Tampilkan postingan dengan label tahukan anda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tahukan anda. Tampilkan semua postingan

Jam 11 Pagi Waktu Ideal untuk Minum Kopi



LONDON - Pukul 11 pagi merupakan waktu yang paling baik untuk menikmati kopi. Pernyataan ini merupakan hasil rumusan yang dibuat para ilmuwan di Oxford University.

Rasa kopi bukanlah satu-satunya faktor yang membuat waktu mengopi terasa menyenangkan. Tata cahaya, alunan musik, aroma kopi dan suasana pun turut meracik keasyikan menikmati kopi.

Profesor Charles Spence dari Department of Experimental Psychology di Oxford University membuat sebuah rumus yang melibatkan enam faktor. Keenam faktor tersebut adalah, flavour atau rasa yang ditandai dengan variabel (F), environment atau lingkungan yang sempurna (E), tempat kopi itu disajikan (P), dengan siapa Anda meminum kopi (C), dan time atau waktu saat menikmati kopi (T). Variabel-variabel tersebut kemudian dirumuskan untuk menghasilkan momen mengopi yang paling mengasyikkan yang diwakili dengan variabel (M).

Rumusan Spence untuk menghasilkan momen mengopi yang paling sempurna adalah sebagai berikut: M = 0.5 x F + (0.5 x E + 0.3 x P + 0.15 x C + 0.05 x T.

Dari rumusan tersebut, diketahui bahwa pukul 11 pagi merupakan waktu paling ideal menikmati kopi dengan teman di sebuah ruangan dengan pencahayaan sedikit temaram, ditemani alunan musik lembut.

"Formula ini menggambarkan bagaimana menciptakan momen menikmati kopi yang sempurna di rumah atau kantor. Kita semua tahu bahwa rasa merupakan bagian penting dalam sebuah pengalaman mencicipi minuman dan makanan," kata Spence seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (11/3/2010).

Rumusan yang dipublikasikan dalam laporan yang dinamamakan 'Changing Tastes' ini memberikan pemahaman bagaimana pengaruh luar seperti lingkungan dan suasana juga mempengaruhi interpretasi otak terhadap rasa dan keasyikan menikmati minuman dan makanan. Studi ini didanai oleh Starbuck dan menjadi acuan bagi kedai kopi ternama itu untuk memberikan kepuasan bagi para konsumennya.

sumber : okezone



Hidup Kesepian Picu Tekanan Darah Tinggi



CHICAGO - Orang-orang yang merasa kesepian memiliki kecenderungan mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi dihari tua.

Hasil penelitian yang dilakukan tim dari Chicago University menyebutkan, rasa kesepian yang mendera potensial untuk terus meningkatkan tekanan darah dari waktu ke waktu. Dampak tersebut akan nampak jelas saat seseorang menginjak usia diatas 50 tahun.

Kesimpulan ini merupakan hasil studi yang pertamakalinya memperlihatkan adanya keterkaitan langsung antara rasa kesepian dengan hipertensi. Hal ini tidak bisa dianggap remeh, karena seperti kita tahu, hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit serangan jantung dan stroke.

Dilansir Daily Mail, Jumat (19/3/2010), salah satu peneliti bernama Dr Louise Hawkley menyebutkan, rasa kesepian menjadi faktor risiki pengganggu kesehatan yang unik.

"Kesepian tidak selalu berarti hidup sendiri. Beberapa orang yang menjalani kehidupan sangat sibuk dan memiliki jaringan pertemanan yang baik pun bisa merasakan kesepian. Hal ini memicu risiko kesehatan bagi mereka," kata Louise.

Sebelumnya, ada studi terpisah yang menyimpulkan bahwa orang-orang yang kesepian berisiko dua kali lebih rentan terkena Alzheimer, yaitu penyakit kepikunan yang ditandai penurunan fungsi saraf otak yang kompleks dan progresif.

Louise dan timnya kemudian mengadakan studi terbaru yang melibatkan 229 orang berusia 50 hingga 68 tahun. Peneliti mengikuti perkembangan separuh perjalanan hidup partisipan selama empat tahun untuk mengetahui riwayat hidup mereka.

Hasilnya, diantara mereka yang diketahui merasa kesepian, mengalami peningkatan tekanan darah hingga 14,4 mm. Di Inggris, hipertensi menjangkiti 16 juta warganya dan memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan risiko terkena serangan jantung dan gagal jantung

sumber : okezone



Pisang Cegah Penyebaran AIDS



Semua orang pasti tahu pisang. Buah ini sangat familiar dan mudah ditemukan di hampir setiap negara di berbagai belahan dunia. Ada satu rahasia pisang yang belum diketahui orang banyak, yaitu manfaatnya yang bisa melindungi tubuh dari virus HIV penyebab AIDS.

Dalam sebuah penelitian di laboratorium, ilmuwan dari University of Michigan yang dipimpin Michael Swanson menemukan bahwa salah satu bernama BanLec dalam pisang memiliki kemampuan yang sama dengan dua obat anti HIV saat ini kerap digunakan dunia medis.

Mereka meyakini bahwa terapi pengobatan lebih murah dengan memanfaatkan BanLec memiliki potensi untuk menyelamatkan jutaan nyawa orang. BanLec berada dalam lectin, yaitu senyawa kimia alami pada tumbuhan yang dapat melawan infeksi.

Swanson dan timnya kemudian menemukan bahwa kandungan lectin pada pisang dapat melawan infeksi HIV dengan mencegahnya masuk kedalam tubuh. Sementara BanLec bertindak sebagai 'amplop' protein yang menyertakan materi genetik HIV.

"Beberapa masalah pada obat anti HIV yang ada sekarang umumnya adalah, virus bisa bermutasi dan menjadi kebal. Hal itu sulit dilakukan oleh virus ketika menghadapi lectin," kata Swanson seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (19/3/2010).

Swanson menyebutkan lectin dapat mengikat gula yang ditemukan di tempat berbeda pada 'amplop' HIV-1 yang kemungkinan melakukan mutasi virus di sekitarnya.

sumber : okezone



Ilmuwan Jerman Ciptakan 'Jubah Ajaib' 3D


(Foto: Ist)

Para ilmuwan di Jerman menciptakan 'jubah tak terlihat' tiga dimensi (3D) yang dapat menyembunyikan objek dengan membelokkan gelombang cahaya.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Science ini, dimasa depan akan bisa digunakan untuk membuat objek yang lebih besar menjadi tak terlihat. Namun para ilmuwan belum mau menyebutkan, benda apa saja yang nantinya potensial disembunyikan oleh jubah ajaib tersebut.

"Jubah ini memiliki kemampuan benchmark mengejutkan yang memperlihatkan apa yang bisa dilakukan oleh transformasi optik," kata Tolga Ergin dari Karlsruhe Institute of Technology.

Transformasi optik menggunakan sejenis materi bernama metamaterial yang memandu dan mengontrol cahaya. Dalam studinya, Ergin dan timnya menggunakan kristal photonic dengan struktur yang mirip seperti tumpukan kayu untuk membuat sebuah jubah tak terlihat.

Dilansir Reuters, Jumat (19/3/2010), Ergin mencoba jubah tersebut untuk menyembunyikan setumpuk emas batangan. Saat diletakkan di atas tumpukan emas, baik jubah maupun emas tersebut sama-sama tak terlihat. Penggambaran hal ini sama seperti menyembunyikan sebuah benda dibawah selembar karpet, yang kemudian membuat benda dan karpet tersebut sama-sama 'hilang'.

Jubah tersebut dibuat dari lensa khusus yang bekerja sebagian membelokkan gelombang cahaya untuk menekan cahaya yang menyebar.

Sebelumnya, pembuatan jubah tak terlihat seperti dalam Harry Potter sempat dibantah oleh beberapa ilmuwan karena dianggap mustahil. Michal Lipson dari New Yorks's Cornell University dan Xiang Zhang dari University of California adalah dua ilmuwan yang berhasil membuat kain yang memiliki fungsi mirip dengan jubah Harry Potter. Para ilmuwan dari Jerman pun tidak mau ketinggalan mengembangkan hal serupa. Mereka pun pada akhirnya dapat membuktikan bahwa jubah tak terlihat dapat diwujudkan.

sumber : okezone



Uang Memang Bisa Buat Orang Bahagia


(Foto: Daily Mail)

Uang memang bisa membuat orang bahagia. Namun, hal itu hanya berlaku jika jumlah uang tersebut lebih banyak dari yang dimiliki teman dan tetangga di lingkungan Anda.

Memiliki rumah impian, mobil beserta supir yang siap mengantar kemana saja, dan uang dalam jumlah berjuta-juta di bank tidak akan menghentikan keinginan seseorang untuk bisa melebihi tetangga yang lebih kaya. Ketika tetangga memiliki materi yang lebih banyak, orang-orang seperti ini akan merasa malang.

Dilansir Daily Mail, Selasa (23/3/2010), ahli psikologi melihat tingkat kebahagiaan yang dirasakan oleh 10.000 warga Inggris yang mengikuti survei British Household Panel Survey. Tingkat kebahagiaan ini kemudian dibandingkan dengan besaran pendapatan mereka.

Hasilnya memperlihatkan, meski besaran gaji tak kalah penting, nyatanya tingkat kepemilikan materi di masyarakat lebih banyak berpengaruh, dan itulah yang terjadi di lingkungan bertetangga.

"Standar hidup setiap individu terus meningkat sejak 40 tahun lalu dan terus meningkat hingga sekarang," kata peneliti Chris Boyce dari University of Warwick.

"Memiliki uang satu juta poundsterling setahun dirasa tidak cukup membuat Anda bahagia, jika Anda tahu teman Anda memperoleh dua juta poundsterling setahun," terangnya.

Boyce khawatir, banyak dari orang-orang seperti ini berlomba memperoleh lebih banyak uang sebagai jaminan membangun hubungan yang kuat dengan tetangga.

"Jika Anda mendapatkan sejumlah uang dalam besaran yang cukup fantastik, seketika Anda akan merasa dikelilingi oleh orang-orang yang makmur," kata Boyce.

Boyce menyarankan agar setiap orang berhenti bersaing dalam hal materi dengan tetangga atau teman mereka. Menurutnya, bersaing soal materi dengan tetangga sangat buruk bagi kesehatan. Peringatan ini bukan yang pertamakalinya dikemukakan oleh para peneliti. Hasil riset sebelumnya pernah menyebutkan, mereka yang merasa iri dengan kesuksesan temannya cenderung mudah terkena penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit berat lainnya.

sumber : okezone