Tampilkan postingan dengan label triks olah digital. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label triks olah digital. Tampilkan semua postingan

RETOUCH IMAGE DIGITAL - Untuk Keperluan Cetak


Untuk mendapatkan hasil yang indah, terkadang perlu dibantu dengan program komputer sehingga hasilnya bisa lebih baik. Berikut adalah langkah-langkah yang sering dilakukan pada image digital untuk keperluan cetak, dengan menggunakan program Photoshop 7.0:
1.Levels (Ctrl+L):
utk memperbaiki tonal balance image, geser slider histogram (input levels) pada ujung kiri / kanan (black / white point) shg tdk terdapat gap (posisikan pada titik di mana awal mulai menanjak / menurunnya histogram), bila image terlihat kurang terang, geser slider tengah (mid point) ke kiri (biasanya cukup antara 1,20 - 1,40). Bagi yang sudah terbiasa, Curves (Ctrl+M) akan dirasa lebih powerfull dengan fungsi yang sama.



Auto Levels dapat digunakan, jika kita merasa cukup puas dgn hasilnya, walau tdk selalu berhasil.

Auto Color dapat digunakan utk mengoreksi warna, jika kita mempergunakan ini, tidak perlu lagi pengaturan Levels, krn pada Auto Color, selain dilakukan koreksi warna, juga sekaligus diperbaiki levelnya;
jika kurang puas, dapat dilakukan dgn Color Balance dan / atau Hue/Saturation.
2.Burn / Dodge Tool:
Untuk memperbaiki “bagian” image yang terlalu terang / gelap, lakukan bilamana diperlukan.
3.Healing Brush / Clone Stamp Tool:
Untuk “menambal” bagian image yang cacat atau yang tidak dikehendaki dgn bagian image lain yang mirip.
Healing Brush cocok bila tekstur aslinya ingin dipertahankan (mis: menghilangkan jerawat wajah);
Clone Stamp akan “menjiplak” persis seperti aslinya.
4.Blur / Sharpen Tool:
Untuk mengaburkan / menajamkan “bagian” image,
Blur Tool sering digunakan untuk “menyembunyikan” bagian image yang dianggap mengganggu (mis: mengaburkan kerutan2 wajah), sebaliknya Sharpen Tool banyak digunakan untuk menajamkan bagian image yang kurang tajam.
5.Crop Tool:
Digunakan untuk mengcropping sekaligus meresize image sesuai dengan format ukuran cetaknya, di sini kita juga bisa memperbaiki framming foto seperti apa yang dilakukan dengan Rectangular Marquee Tool (selection), dengan catatan perbandingan panjang - lebarnya sudah ditentukan sebelumnya, atau memperbaiki sudut pandang (perspektif), terutama berguna pada pemotretan dgn lensa sudut lebar (wide angle lens), di mana lebih mudah terjadi barrel distorsion (terutama pada tepi frame, utk obyek arsitektur).
Isilah panjang / lebarnya sesuai dengan ukuran cetak yang kita inginkan (dalam satuan cm atau inch), jangan lupa isi resolusinya sesuai dengan resolusi cetaknya, saat ini resolusi cetak minilab foto adalah 300 ppi.
Jangan lupa, kita harus menyesuaikan resolusi image kita dengan ukuran cetaknya (resolusi 300 ppi), agar hasil cetaknya optimal, karena bila dipaksakan image dengan resolusi rendah, dicetak dalam ukuran besar, hasilnya tidak akan optimal, walau secara otomatis saat resize, dilakukan interpolasi (meningkatkan jumlah pixel), tapi detail, informasi warna, dll. tidak bertambah, sehingga hasilnya adalah image dengan detail rendah, kurang tajam, lebih banyak noise / artefact. Agar hasil akhirnya optimal, usahakan image aslinya cukup baik dengan resolusi cukup tinggi, sesuai dengan ukuran cetaknya; maksimal interpolasi boleh dilakukan sebesar 1,5-2,0 kali, pastikan metode Bicubic yang kita pilih untuk hasil terbaik; bila kita ingin hasil yang lebih baik lagi, terutama untuk keperluan cetak ukuran besar, bisa mempergunakan plug-in Photoshop (optional) dengan metode “Fractal”.
Contoh image digital dengan max ukuran cetaknya (pada resolusi 300 ppi) TANPA interpolasi:
1600 x 1200 (2 MP) : 4R
2048 x 1536 (3 MP) : 5R dst.nya.

6.Unsharp Mask (USM):
Filter ini termasuk filter sharpen, kelebihannya kita dapat mengatur parameternya sesuai dengan kebutuhan, lakukan pada langkah terakhir, atau setiap setelah melakukan resize image, di mana umumnya image menjadi lebih soft (berkurang ketajamannya).
Untuk keperluan cetak:
Amount: 100-200% untuk meningkatkan kontras pixel, umumnya cukup 150%.
Radius: 1-2 pixel
untuk menentukan jumlah pixel di sekitar tepi pixel yang ditajamkan, untuk tepatnya: bagi nilai resolusi cetaknya dengan angka 200, misalnya: resolusi cetak 300 ppi, berarti 300/200= 1,5 pixel.
Threshold: 2-20 pixel
untuk menentukan seberapa tajam pixel dari daerah sekitarnya. Umumnya cukup sekitar 15 pixel, nilai yang terlalu kecil, akan membuat noise / artefact berlebihan.
Satu yang perlu diingat, hasil USM pada cetakan, TIDAK sedramatis seperti yang terlihat di monitor (pembesaran 100%).
Bila ingin melihat “preview” hasil cetaknya, tampilkan dgn hand tool: print size, untuk amannya zoom-in 40-50%, krn biasanya hasil cetak lebih detail / tajam dari zoom 24%.
NB:
Kita tidak perlu merasa “bersalah” dengan melakukan retouch image digital yang kita dapatkan dengan kamera digital, karena hal yang samapun dilakukan pada saat proses pencetakan di lab foto pada hasil cetak film (kamera analog), apa yang kita dapatkan, adalah yang sudah “jadi”, bedanya adalah, dengan “digital dark room”, kita lebih mudah melakukannya (sendiri, atau oleh operator lab foto).



Memperbaiki noise pada hasil scan dengan photoshop7

Ada beberapa jenis scanner, bila men-scan gambar pada beberapa jenis media biasanya terdapat pola-pola yang mengganggu.



Untuk membuat gambar tersebut jadi lebih baik, mari kita coba langka-langkah berikut:

1. Scan Gambar pada resolusi yang cukup tinggi.

2. Buka gambar dengan Photoshop7.

3. Dengan resolusi tinggi, anda mendapatkan pixel yang lebih banyak dari yang dibutuhkan. Keuntungannya kita dapat memaksakan down sampling yang dapt memaksimalkan pengaburan titik. Pilih Image-->Image Size, aktifkan kotak Resample image. Ubahlah pilihan pada Width, ketikkan angka yang sesuai. (biasanya saya memakai 60%).

Pada Photoshop, pola-pola tersebut dianggap sebagai noise, sehingga kita bias menguranginya dengan Median.

4. Pindahlah ke channel Red.

5. Gunakan filter median untuk mengurangi noise. Pilih Filter-->Noise-->Median. Warna-warna penting terkandung di dalam cghannel ini, oleh karena itu jangan diubah terlalu banyak. (Misalnya 4 pixel).

6. Ulangi pada channel green. Channel green mengandung tingkat warna terang, oleh karena itu lebih baik menggunakan radius lebih kecil daripada channel red, yaitu 2 pixel.

7. Ulangi juga pada Channel Blue. Saya menggunakan radius agak tinggi, karena mata kita agak kurang sensitive terhadap cahaya biru. Misalnya kita dapat menggunakan radius 6 pixel.

8. Kembali ke channel RGB.

Untuk menyempurnakan hasil perlu diberi tambahan sentuhan.

9. Gunakan Blur untuk menggaburkan sisi yang terpisah akibat penggunaan Median. Pilih Filter-->Blur-->Gaussian Blur. Ketikkan nilai paling rendah, biasanya saya menggunakan 1 pixel.

10. Gunakan Unsharp mask untuk menajamkan gambar. Pilih filter-->Sharpe-->Unsharp Mask. Biasanya saya menggunakan 150 untuk amount, dan 3 pada radius.



Catatan: angka-angka di atas sebaiknya disesuaikan dengan gambar.

Kritik dan saran saya harapkan guna hasil yang lebih baik:)
Semoga berguna��Selamat mencoba!!!

Menghaluskan 'Kulit' dengan History Brush

elama ini kita mengenal tool stamp dan tool healing brush dalam Adobe Photosop untuk memperbaiki tampilan kulit yang kasar, bercak-bercak, bahkan sampai yang berjerawat sekalipun. Paling populer kini adalah penggunaan software Neat Image untuk menghaluskan tampilan foto�yang noise-nya tinggi.
Namun, bagi yang sudah terbiasa dengan Adobe Photoshop atau tidak menginstal sofware Neat Image di komputernya tidak perlu bingung. Manfaatkan saja tool HISTORY BRUSH pada Adobe Photoshop 6 atau 7 di PC anda.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Terapkan filter>blur>gaussian blur (8,0>>bisa disesuaikan sendiri sesuai kebutuhan) pada file foto.�Dalam contoh ini, file foto bernama vic4. jpeg. Maka tampilan foto anda akan menjadi sangat buram/soft. Biarkan saja dulu seperti itu.
2. Berikutnya, klik pada box history, lalu klik pada panah menu kecil di sebelah kanan. Akan muncul beberapa menu pilihan. Klik lah history option.


3. Kemudian, centanglah pilhan Allow Non-Linear History...ok. Dengan ini, langkah yang anda buat sebelumnya, tidak akan hilang.
4. Masih bekerja di bagian hsitory, klik tombol untuk membuat snapshot baru, seperti yang tampak di tampilan di bawah ini. Fungsinya, snapshot ini akan menjadi layer 'tersembunyi', yang akan menyimpan history dari filter gaussian blur yang telah anda kerjakan sebelumnya.
5. Kemudian, klik lah kotak kosong di sebelah snapshot baru tersebut, sehingga muncul icon tool history brush. Juga, rename snapshot dengan nama filter yang tadi anda gunakan, dalam hal ini adalah gaussian blur. Fungsinya hanya sebagai pengingat saja. Bahwa snapshot yang ini menyimpan filter gaussian blur yang telah anda kerjakan sebelumnya. Bila anda ingin menggantinya dengan nama lain, tidak masalah.


6. Masih di bagian history, klik lah kembali ke snapshot awal (dalam�contoh ini bernama vic4. jpeg). Maka, anda akan mendaptkan, tampilan foto pada kertas kerja anda kembali ke semula. Ingat-ingatlah, untuk menempatkan snapshot awal ini tetap di bagian atas! Seperti di tampilan di bawah ini...

7. Nah, sekarang kita bisa mulai bekerja menghaluskan kulit foto model. Klik lah tool history brush, dan kurangi opacitynya hingga 40% (atau sesuai kebutuhan). Kenapa harus dikurangi? Supaya hasilnya tidak terlalu buram/soft. Sama seperti ketika anda bekerja dengan neat image, anda bisa mengatur sendiri, seberapa halus hasilnya nanti.�Jangan lupa,�perhatikan mode blend�dari tool history brush�yang aktif saat itu. Posisi mode blend harus�dalam mode normal. Bila tidak, maka hasilnya akan berbeda, sesuai efek dari mode blend yang aktif saat itu. Misal screen, multiply, dll.
8. Nah, sekarang mulailah�menyapukan tool History Brush pada�bagian-bagian yang ingin dihaluskan.�Besar kecilnya brush tergantung keperluan. Sebaiknya, gunakan brush dengan ukuran kecil saja, sehingga pada bagian yang detil, misal pada lipatan mata, sapuan brush anda tepat pada sasaran. Bagian yang mata yang tidak perlu di brush tidak sampai 'terinfeksi'.

Bila dirasa terlalu soft, anda bisa kurangi lagi opacitynya sesuai keperluan. Misalnya pada lipatan mata, dengan opacity sebesar itu mungkin hasilnya malah membuat detil lipatannya hilang. Maka, opactity bisa diturunkan lagi. Perbandingan hasil sebelum dan sesudah bisa dilihat di bawah ini.

Selamat mencoba...
SEBELUM...

SESUDAH...

sumber : fotografer.net

Mengatur White Balance di foto IR Cara menyesuaikan WB di foto IR digital dengan tona cenderung kemerahan

Artikel ini sebenarnya bermula dari pertanyaan seorang teman yang frustasi karena berkali-kali melakukan channel swap pada foto digital IRnya, namun hasilnya selalu terlalu biru, tidak dapat balanced dengan dedaunan putih dan langit biru muda seperti contoh yang banyak terdapat di FN.


Sebenarnya hal ini bisa diantisipasi dengan melakukan pemotretan dengan White Balance kita�set pada bidang putih dengan posisi filter terpasang. Namun jika foto anda telanjur mempunyai tona kemerahan, artikel ini dapat membantu untuk menyesuaikan WBnya agar mendapatkan tona seolah-olah anda memotretnya dengan WB yang balanced.

Ini adalah foto IR yang dihasilkan oleh kamera digital tanpa preset WB:

Langkah 1 - Channel Swap


Pertama kali kita melakukan channel swap pada foto ini, agar kita mendapatkan tona biru, dan bukannya merah. Pada foto IR dengan WB preset, channel swap saja sudah cukup untuk menhasilkan foto dengan tona yang seimbang. Cara melakukan channel swap adalah dengan memilih menu image/adjustments/channel mixer.



Perubahan yang dilakukan:

output channel red�
source channel red 100% ---> 0%
source channel blue 0%�---> 100%
output channel blue
source channel�red 0% ---> 100%
source channel�blue 100% ---> 0%

Channel green tidak diubah. Setelah dilakukan channel swap, maka fotonya akan menjadi seperti ini:

Aaaarggghh! �Kenapa fotonya biru sekali? Itu biasanya yang terlintas setelah melakukan channel swap. Ingat bahwa penyebabnya adalah WB yang tidak balanced tadi. Baiklah, langkah berikutnya adalah menghilangkan warna biru tersebut.


Langkah 2 - Menghilangkan Warna Biru


Untuk menghilangkan warna biru, kita menggunakan fasilitas levels dengan memilih menu image/adjustments/levels. Namun, hanya channel merah dan hijau yang kita atur levelsnya, channel biru kita biarkan karena histogram-nya sudah rata. Pada intinya yang kita lakukan adalah mengusahakan histogram-nya tidak condong ke satu sisi saja. Caranya? dengan mengatur slider midtone dan highlight seperti yang ditunjukkan oleh panah di gambar:



Hasilnya kurang lebih akan nampak seperti ini:


Whoa! Sudah menjadi semakin balanced, namun dalam foto ini masih nampak bahwa warna cyan masih dominan. Kita menginginkan foto dengan highlight yang sedekat mungkin dengan warna putih. Apa yang harus kita lakukan?


Langkah 3 - Mengatur White Balance

Pada langkah ketiga ini kita menggunakan pipet WB pada fasilitas image/adjustments/curves untuk mengatur WB foto. Ada tiga pipet di dialog box curve, masing-masing untuk black tone, grey tone, danwhite tone. Kita menggunakan grey tone (pipet tengah)


Setelah memilih pipet grey tone, kita kembali ke bidang gambar, dan memilih tona yang akan kita anggap sebagai 50% abu-abu di foto. Perhatian: pilihlah dengan hati-hati, karena perbedaan sedikit saja bisa membuat perubahan yang cukup besar. Intinya adalah trial and error, namun saya biasa mencari tona di dedaunan yang terkena bayangan untuk mendapatkan grey tone yang saya butuhkan. FYI saya biasanya melakukan 10-15 kali pick sebelum mendapatkan tona yang saya inginkan.


Setelah proses ini hasil yang saya dapatkan adalah sebagai berikut:


Sudah semakin mendekati tona yang kita inginkan bukan? Dari sini tinggal dilakukan penyesuaian kecil, misalnya dengan hue/saturation setting sesuai selera.�


Hasil Akhir


Inilah hasil akhir dari workshop ini, setelah dilakukan sedikit USM, brightness/contrast dan hue/saturation adjustment. Anda mungkin menghasilkan�tona yang sedikit berbeda, namun jangan khawatir! Silahkan melakukan eksplorasi sesuai selera anda


sumber : fotografer.net

Seleksi Rambut dengan Photoshop

Pada beberapa kasus kita sering terpaksa melakukan pemotretan model atau orang dengan background seadanya. Selanjutnya kita terpaksa mengolah atau mengganti background dengan bantuan software pengolah foto, Adobe Photoshop atau lainnya. Jika model yang kita foto memiliki rambut tertata rapi, menggunakan topi atau tanpa rambut alias botak, tentu tidak menjadi masalah. Tapi bagaimana jika objek memiliki rambut yang terpisah helai perhelai.
Saya mencoba dengan beberapa teknik seperti extract, color range dan background erase tool. Dan teknik yang terakhir paling berhasil dan paling sering saya gunakan. Berikut adalah contoh foto untuk kasus ini:


  1. Foto diatas masih memiliki satu layer yaitu Background

  2. Ubah Background menjadi layer dengan cara click 2x pada layer. Beri nama layer dengan layer 0. Kemudian buat satu layer baru (layer 1) dibawah layer 0 dan isi dengan warna yang cukup kontras dengan warna rambut.

  3. Tool yang kita gunakan adalah tool Background Erase Tool (E)

  4. Setting tool sebagai berikut: untuk Tolerance tergantung kondisi background awal dari foto, aturlah sesuai mungkin. Untuk kasus ini saya menggunakan Tolerance 58%. Sampling: Once, artinya sample color pertamalah yang akan dibaca oleh tool untuk kemudian menghapus warna yang sama. Anda dapat mencobanya dengan mengganti menjadi continues dan lihat perbedaannya.

  5. Dengan posisi layer 0 aktif. Selanjutnya, ambil sample warna background yang sama dengan warna yang terdapat pada celah-celah helaian rambut, tanpa melepas mouse sapukan pada bagian rambut yang akan dihapus backgroundnya, anda tidak perlu takut, karena jika tolerance yang anda atur tepat, bagian rambut tidak akan terhapus sehelaipun.


    Lakukan langkah 5 berulang kali hingga seleksi rambut terlihat rapi. Saat menghapus bidang jangan terlalu banyak, karena jika terjadi kesalahan akan terlalu banyak pula bidang yang harus anda ulang.

  6. Selanjutnya kita akan menghilangkan BG pada bagian badan model. Gunakan pen tool (ini yang paling sering saya gunakan). Seleksi menggunakan tool ini akan membentuk path yang dapat digunakan sewaktu-waktu jika kita ingin menggunakannya kembali, dengan catatan path harus di save.

  7. Lakukan seleksi�anchor demi anchorh.

  8. Setelah semua bagian di seleksi aktifkan palete path dan click pada load path as selection atau cmd+click (ctrl+click) pada work path. Setelah itu delete bidang terseleksi.

  9. Pinggir bidang seleksi biasanya memberi kesan yang sangat tegas antara objek dan BG. Beri sedikit efek blur pada pinggiran seleksi dengan setting strength antara 40%-50%.

  10. Setelah seluruh BG terhapus, anda bebas mengganti warna atau image pada layer 1 sebagai pengganti BG baru. Selamat mencoba.

Membuat Sandwich dan Refleksi di Danau Dengan Photoshop 7.0


Mencoba salah satu kemampuan Photoshop adalah hal yang sangat menarik. Saya akan mencoba salah satunya yaitu membuat refleksi bayangan di danau.



Pertama-tama kita memilih salah satu gambar yang akan diolah, sebagai contoh saya mengunakan gambar dibawah ini :






Langit dari gambar diatas sangat monoton dan akan kita tambahkan sunrise agar lebih menarik.



Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
  1. Sebelum kita tambahkan sunrise, gambar tersebut kita perbaiki terlebih dahulu dengan menggunakan level, curve, usm dan lain sebagainya sesuai dengan kebutuhan.
  2. Ambil gambar sunrise yang akan kita adopsi pada gambar diatas, pada contoh ini saya pakai gambar berikut :
  1. Gambar sunrise diatas lalu kita crop sesuai dengan kebutuhan sehingga menghasilkan gambar sebagai berikut :
  1. Masukkan gambar yang telah di cropping kedalam master gambar dengan cara :
    1. Buka kedua gambar tersebut diatas
    2. Pilih �Move Tool� pada menu Photoshop.
    3. Arahkan cursor pada menu gambar sunrise dan tekan mouse (jangan dilepas) lalu arahkan cursor pada gambar pertama (Master) lalu lepaskan mouse (Click & drag).
    4. Setelah kita melakukan point c diatas maka gambar sunrise akan menjadi �layer 1� pada pada master gambar, lalu geser-geserlah gambar sunrise sehingga pas pada posisi yang diinginkan.
    5. Pada submenu layer pilihlah �multiply� dengan opacity disesuaikan dengan gambar, dalam hal ini opacity yang saya gunakan 60%, sehingga didapat gambar sebagai berikut :
5.����� Setelah kita dapatkan gambar yang diinginkan, lalu gambar tersebut kita gabungkan secara permanen dengan memakai� �Flatten Image� (pada submenu LAYER).
6.�� Ambil gambar sunrise yang sudah di cropping lalu kita balikkan secara vertical dengan cara : Klik �image� pada menu Photoshop lalu �Rotate Canvas�, arahkan cursor pada �Flip Canvas Vertical� sehingga didapat gambar sebagai berikut :



6.����� Lakukan langkah-langkah pada point 4 untuk memasukkan gambar sunrise terbalik kedalam master gambar dengan opacity yang lebih kecil, dalam hal ini saya memakai 50% (Saya berasumsi bahwa bias didalam air akan tampak lebih kabur dari gambar aslinya, sehingga opacity harus dikecilkan) sehingga kita dapatkan gambar sbb :



7.����� Setelah itu kita tinggal memperindah gambar tersebut dengan menggunakan level, curve, usm di-adjust sesuai dengan selera kita masing-masing, setelah itu tinggal memberi frame dan menyesuaikan image sizenya, maka didapatlah hasil akhir seperti ini.

Langkah-Langkah Pengeditan Foto "Kartanegara Icon" Dengan Photoshop CS

Artikel ini saya buat dalam rangka menjawab pertanyaan beberapa orang rekan perihal cara pengeditan foto saya yang berjudul "Kartanegara Icon". Saya menggunakan Adobe Photoshop 8.0 CS, tetapi saya kira tidak masalah bagi rekan-rekan yang menggunakan versi sebelumnya.
Foto tersebut adalah montase dari 2 buah foto, yaitu foto jembatan dan foto sunrise. (lihat gambar di atas).
1. Pertama, buka foto sunrise. Secara default layer-nya akan bernama background, yang kemudian saya ganti supaya lebih fleksibel menjadi layer 0 dengan cara men-double click layer-nya dan menekan OK atau Enter.
2. Kemudian buka foto jembatan, tekan Ctrl+A untuk menyeleksi semua, kemudian tekan Ctrl+C untuk meng-copy setelah itu paste di foto sunrise sehingga urutan layernya akan kelihatan seperti Gambar 2.
3. Masih di layer 1, tekan bar Channels, cari dengan cara mengklik satu persatu di antara 3 (tiga) channels (red, green, blue) nada warna yang paling kontras. Dalam foto ini pilihan jatuh pada channel red. Tekan tombol load channel as selection (lihat Gambar 3) yang terletak di sebelah kiri bawah field layer. Tekan kembali bar layers, kemudian beri layer mask dengan menekan tombol kedua di sebelah kiri bawah field layer (lihat Gambar 4).
4. Klik tombol brush tool kemudian sapukan di sekitar area bawah foto terlebih dahulu. Pastikan foreground colour berwarna putih (lihat Gambar 5).
5. Setelah bagian bawah selesai, ganti foreground colour dengan warna hitam (tekan X) kemudian sapukan pada� bagian atas foto sehingga hasilnya akan seperti gambar di bawah ini (Gambar 6).
6. Sekarang tinggal membuat refleksi langit di air. Caranya duplikat layer langit (layer 0) kemudian pindah layer duplikat tersebut ke posisi teratas (lihat Gambar 7).
7. Klik kanan pada area gambar langit duplikat. Pada menu pop up yang muncul klik flip vertical� untuk membalik (Gambar 8). Kemudian geser gambar langit duplikat tersebut ke bawah (Gambar 9).
8. Kurangi opacity layer langit duplikat tersebut menjadi 35 % kemudian beri layer masking (lihat Gambar 10).
9. Ulangi langkah 4 dan 5, yaitu dengan menggunakan brush tool dan dengan foreground colour hitam. Sapukan perlahan di sekitar area refleksi langit. Agar lebih halus kurangi opacity for stroke-nya (lihatGambar 11), dan sapukan beberapa kali hingga sambungannya tersamar atau tak terlihat.
10. Dan terakhir, supaya lebih realistis berikan efek pada refleksi langit dengan mengklik filter-distort-glass dan texture frosted. Geser slider Distortion dan Smoothness sedemikian rupa (Gambar 12) sambil memperhatikan preview yang ada di samping kanan kemudian klik OK. That's all.