Tampilkan postingan dengan label kamera digital. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kamera digital. Tampilkan semua postingan

Tips Memilih Digital Camcorder

foto berita artikelDigital camcorder, sebuah alat yang mampu meng-capture image dengan kualitas tinggi dan mungkin bisa digunakan untuk sekedar hiburan. Adanya kombinasi dengan software di computer, dan Anda bisa mendapatkan moment favorit in-style bersama keluarga dan teman. Lalu tips apa saja yang mungkin bisa diperhatikan ketika akan membeli sebuah camcorder?

  • Pilihlah format recording digital MiniDV, yakni format yang paling populer dan mudah menemukan cadangan MiniDV blank, atau Digital 8 atau MicroMV.
  • Pilihlah model camcorder dengan LCD (Liquid-Crystal Display) screen dengan panjang diagona screen minimal 2.5 inch atau 6cm. Semakin besar dan terang layar, maka semakin mudah camera untuk focus ke object. Pilihlah yang tahan di kala hari yang terang, walaupun sekarang ini banyak camera camcorder yang memiliki viewfinder hitam dan putih di LCD.
  • Lihatlah microphone yang ada di depan daripada yang ada di atas. Untuk kualitas suara terbaik, pilihlah sebuah jack untuk mic eksternal.
  • Perhatikan optical zoom. Semakin tinggi optical zoom, maka akan semakin bagus kualitas camera yang Anda harapkan. Selain itu, adanya digital zoom juga akan mengurangi resolusi dari gambar yang direkam.
  • Cobalah bagian kontrol dan menu on-screen, apakah nyaman ketika Anda menggunakannya.
  • Cek kestabilan gambar dan pengoperasian cahaya di kegelapan.
  • Amati berat camcorder. Semakin berat, maka semakin tidak nyaman Anda menggunakannya. Pilihlah yang kecil, ukuran Palm, dan tentunya dengan tag harga yang sesuai dengan dompet Anda.
  • Pastikan camcorder yang Anda pilih memiliki sebuah FireWire (IEEE 1394) atau jack USB 2.0 jika Anda berencana untuk mengedit film atau gambarnya di computer.
  • Pastikan Anda memiliki program editing untuk camcorder digital Anda, jika Anda ingin melakukan editing gambar, film ataupun video, seperti contoh iMovie yang ada di system Mac.


Memilih Kamera Digital Saku Murah

Harga kamera digital saku (point and shoot) semakin murah sekarang ini. Tentunya hal ini sangat menarik, karena sebagian orang sudah tidak lagi memilih kamera digital jenis ini, karena lebih mengandalkan jepretan dari kamera ponsel, yang semakin hari semakin canggih. Bagi yang memilih untuk mengabadikan momen mudik atau lebaran mendatang bersama keluarga dengan hasil gambar baik, tentu saja jepretan kamera ponsel tidak lagi mumpuni. Sebagus2nya jepretan kamera ponsel, akan sangat sulit mengungguli kualitas gambar hasil jepretan kamera digital murah ini.

Membanjirnya pilihan produk berharga murah tentu akan membingungkan calon konsumen untuk memilih kamera digital, Pabrikan pun seakan-akan berlomba-lomba untuk menyajikan varian produk mereka di segmen ini. Tentu saja ini sangat menguntungkan di sisi konsumen. Dengan budget dibawah 2 juta rupiah kita bisa mendapatkan sebuah kamera digital saku dengan resolusi 8 megapiksel. Atas dasar itulah, saya coba mereview secara singkat beberapa produk kamera digital sebagai semacam panduan memilih untuk anda yang sedang mempertimbangkan untuk membeli sebuah kamera digital saku.

Dalam posting ini saya hanya akan mereview kamera digital saku dengan harga kurang lebih 1,5 jt rupiah dan dengan resolusi minimal 8 megapiksel. Karena rentang harga itulah yang paling banyak dicari calon konsumen dan bisa dengan relatif mudah menghasilkan sebuah karya fotografi yang baik

Berikut ini diantaranya, urutan ini dibuat secara acak, tidak mencerminkan urutan kualitas maupun harga

Canon Powershot A590 IS

Canon Powershot A590 IS ini beresolusi 8 megapiksel dan berharga sangat murah yaitu sekitar 1,5 juta rupiah bila dibandingkan dengan fiturnya yang sangat lengkap. Kamera ini sangat mudah dioperasikan, bahkan seorang pemula pun akang dengan mudah bisa menghasilkan gambar yang baik. Kamera beresolusi 8 megapiksel ini dibekali dengan 4x optical zoom. Fitur lain yang menarik adalah terintegrasinya Optical Image Stabilizer, sehingga kemungkinan gambar menjadi buram (blur) karena tangan yg memegang bergoyang, bisa diminimalisir.

Pentax Optio M50

Pentax Optio M50 ini dapat menghasilkan gambar yang sangat baik sampai dengan resolusi 8.0MP, memiliki 5x Optical zoom smc Pentax lens (ekuivalen dengan lensa 36-180mm pada kamera SLR) , memiliki 51.1MB Internal Memory, dan nenggunakan SD/SDHC Card Slot untuk ekspansi memori. Bentuknya sangat kecil dan stylish dengan desain yg segar. Bodi terbuat dariallumunium alloy sehingga memiliki daya tahan yg bagus. kamera ini berharga sekitar 1,3-1,4 juta

Sony Cyber-Shot DSC S-780

Sony Cyber-shot DSC-S780 dilengkapi dengan sensor gambar yang mengagumkan, Super HAD CCD dengan resolusi hingga 8,1. Harganya yang sekitar 1,5 juta rupiah terhitung murah bila dibanding dengan kemampuan dan desainnya yang sangat cantik. Bodi langsingnya dilengkapi dengan layar LCD besar 2,5″, sehingga memudahkan anda untuk mengambil dan mengolah gambar. Kamera ini dilengkapi dengan 3x optical zoom dan 15 x smartzoom.

Olympus Stylus 830

Olympus Stylus 830 ini termasuk yang berharga paling mahal diantara rekomendasi saya kali ini, berharga nyaris 2 juta rupiah. harga yg pantas untuk kamera kecil tapi powerfull ini. Beresolusi 8 megapiksel, kamera ini mempunyai 5x optical zoom yang dilengkapi dengan Dual Image Stabization, jadi misal tangan anda gemetar saat memotret, hasilnya akan tetap tajam. Bodi kecilnya yg terkesan kuat dilengkapi layar besar 2,5″ HyperCrystal LCD, sehingga memudahkan untuk mengambil dan mengolah gambar. Kamera ini ini dilengkapi 26 autoshooting mode untuk berbagai situasi pemotretan. Navigasi menu2nya sangat simpel, tombol2nya bisa beriluminasi saat kondisi gelap atau kurang cahaya

Casio Exilim EX-Z80

Casio Exilim EX-Z80 merupakan kamera termurah dalam rangkaian rekomendasi kali ini yaitu 1,3 juta rupiah. Tapi ingat, murah bukan berarti kamera ini murahan. Kamera ini memiliki resolusi 8,1 megapiksel dan dilengkapi dengan 3x optical zoom yang setara dengan lensa 36-108mm pada kamera SLR. Kamera ini tentu saja dilengkapi dengan prosesor image terkenal milik casio yaitu Exilim Image 2.0. Dengan harga segitu, kamera ini dilengkapi juga dengan teknologi pengenalan wajah, yg sebelumnya hanya bisa didapat pada kamera kelas menengah keatas.

Nikon Coolpix S210

Nikon Coolpix S210 ini berharga sekitar 1,5 juta, termasuk murah bila dibandingkan dengan fitur2nya. apalagi kamera ini menyandang nama besar Nikon sebagai produsen kamera dan Lensa yang disegani. Kamera digital ini mempunyai megapiksel efektif sebesar 8 MP. Dilengkapi dengan 3x Zoom dari Lensa Nikkor yang terkenal karena ketajaman dan detail-nya yang mengagumkan. Fitur lain yang menonjol adalah terintegrasinya Image stabilizer, yaitu Nikon Electronic Vibration Reduction (VR). Selain itu ISO-nya bisa mencapai 2000, ini berarti gambar yang dihasilkan akan tetap bagus pada kondisi pemotretan yang kurang pencahayaan

Kodak EasyShare M883

Kodak EasyShare M883 ini beredar di pasaran dengan harga sekitar 1,6 sampai 1,7 juta rupiah, memiliki resolusi 8.0 megapiksel, sehingga dapat menghasilkan gambar dengan ukuran 3280×2454, memiliki 64MB Internal Memory, ditambah MMC/SD/SDHC Card Slot. Dilengkapi dengan 3x optical zoom dengan sensor CCD, Kamera digital ini memiliki layar terbesar dalam rangkaian rekomendasi kali ini, yaitu 3.0″, sehingga proses pengambilan gambar, editing dan navigasi menu2nya terasa sangat nyaman. Fitur paling menonjol dari kamera ini adalah ISO-nya yang bisa mencapai 3200, ini istimewa, karena sebelumnya hanya terdapat pada kamera digital prosumer maupun DSLR. sehingga kamera ini sangat cocok bagi anda yg suka gelap-gelapan :D

FujiFilm Finepix A920

FujiFilm Finepix A920 ini berharga sekitar 1,4juta sampai 1,5juta. Kamera ini merupakan kamera dengan resolusi tertinggi dalam rekomendasi ini, yaitu 9 megapiksel. dilengkapi dengan 4x optical zoom dengan sensor image superCCD, bodinya yang berbentuk agak ketinggalan jaman ini dilengkapi dengan layar besar 2,7″. walaupun tampilannya old fashioned a.k.a kuno, fitur yg disediakan cukup uptodate, termasuk teknologi pengenalan wajah dan Picture Stabilization mode, yaitu kamera ini secara otomatis akan menyesuaikan sensitivitas cahaya dengan berbagai macam kondisi pemotretan

itulah rekomendasi yg saya bisa berikan untuk kamera digital murah tapi tidak murahan yang berharga sekitar satu setengah juta dan ber-resolusi minimal 8 megapiksel.


sumber : www.arielz.net

Kamera Pilihan : Canon EOS 400D Digital SLR

Canon EOS 400D Digital SLR

Kamera Canon EOS 400D Digital SLR ini merupakan Digital SLR Canon entry level generasi ketiga, setelah Canon EOS 300D (2003) dan Canon EOS 350D (2005). Generasi terbaru ini menawarkan kelebihan dibanding seri sebelumnya, antara lain :

  • 10 megapiksel CMOS sensor dengan improved microlens array, fill factor dan noise yang lebih rendah
  • EOS integrated cleaning Sistem
  • Anti-Static Coating pada permukaan Sensor
  • Separate Low Pass filter dengan ultra-sonic vibration
  • Software based dust mapping/removal
  • 9 titik Auto Focus sensor ( sama dengan EOS 30D )
  • Continous shooting burst hingga 27 jpeg dan 10 raw image
  • Single large, bright 2.5″ LCD dengan sudut pandang 160 derajat
  • Penyesuaian dan setting kamera pada monitor LCD
  • Histogram tersedia untuk Brightness (luminance) atau RGB (red, green blue)
  • 3 macam setting untuk long exposure noise reduction
  • Auto rotation dengan 3 opsi ( not recorded, record don’t rotate, record and rotate )
  • Lebih dari 9999 images per folder pada storage card

Saat artikel ini ditulis, harga baru Canon EOS 400D Digital SLR + Kit Lensa 18-55mm sekitar 7 juta rupiah

sumber : www.arielz.net

Kamera Pilihan : Canon EOS 50D Digital SLR

Canon EOS 50D Digital SLR

Tepat setahun setelah peluncuran kamera SLR kelas menengah Canon yaituCanon EOS 40D Digital SLR, raksasa Jepang itu meluncurkan penerusnya, atau bisa dibilang adiknya yaitu Canon EOS 50D Digital SLR. Kamera ini ditujukan bagi mereka yang menginginkan kamera DSLR Canon yang terbaik di kelas consumer DSLR atau kamera yang menggunakan sensor berukuran APS-C, yang menggunakan crop factor 1,6. harga Canon EOS 50D Digital SLRini kurang lebih 15 juta rupiah, sebuah pilihan harga yg menarik, karena pada rentang harga segitu Nikon juga menyiapkan andalan barunya, yaitu Nikon D90

Canon EOS 50D Digital SLR hampir tidak terlalu banyak merubah atau menyempurnakan spesifikasi pendahulunya yang memang sudah bagus. Perubahan paling mendasar, selain resolusi 15 MP, adalah penggunaanimage processor engine Digic 4, ISO 3200 (sebelumnya 1600), layar LCD 3 inci resolusi tinggi, contrast detect live-view (sebelumnya hanya ada phase detect), dan sedikit lebih lambat dalam continuous shooting (6,3 fps dibanding 6,5 fps). Bahkan dari segi desain bodi pun 50D ini hampir serupa dengan 40D, baik tampak depan maupun belakang. Sebagai lensa kitnya, Canon memperkenalkan lensa baru EF-S 18-200mm f/3.5-5.6 IS.

Fitur dan spesifikasi andalan Canon EOS 50D Digital SLR yang berharga 15 juta-an ini antara lain

15.1 Megapixel CMOS sensor

Canon EOS 50D Digital SLR memiliki sensor baru 15,1 megapixel berukuran APS-C yang mampu menghasilkan gambar hingga berukuran 4752×3168 piksel. Sensor ini didesain untuk bekerjasama dengan lensa2 Canon EF dan EF-S dengan crop factor 1,6x

DIGIC 4 Image Processor

Image prosesor pada Canon EOS 50D Digital SLR ini merupakan teknologi terbaru Canon yang bisa menghasilkan gambar lebih jernih dan memberikan detail lebih baik daripada pendahulunya, yaitu digic III image processor

Layar LCD 3.0′

Canon EOS 50D Digital SLR dilengkapi dengan layar LCD layar besar 3,0″ beresolusi tinggi dengan 920,000 (dots/VGA), yang sangat jernih, dengan sudut pandang vertikal dan horizontal 160 derajat

Autofokus 9 titik

Canon EOS 50D Digital SLR memiliki 9 titik autofokus area lebar dengan shutter/f-stop f/5.6 atau lebih cepat. Hal ini memungkinkan kamera ini menemukan fokus lebih cepat dan lebih akurat pada situasi pencahayaan yang minim.

Self Cleaning Sensor Unit

Kunci untuk meminimalkan gangguan debu adalah mencegahnya masuk ke permukaan sersor image, untuk mengatasi hal ini, Canon EOS 50D Digital SLR memiliki mekanisme self clening sensor unit. Sebuah low-pass filter secara otomatis mengocok/menggetarkan debu2 itu dengan getaran ultrasonic

High-Definition Output

inilah fitur Canon EOS 50D Digital SLR yang sama sekali baru dari jajaran DSLR Canon, yaitu sebuah output HDMI (High Definition Multimedia Interface) untuk mendisplay hasil jepretan pada High Definition TV

Fitur2 lain dan perbandingan tentang harga Canon EOS 50D Digital SLRselengkapnya bisa dilihat disini



Kamera Pilihan : Nikon D90 Digital SLR

nikon D90, nikon dslr, kamera nikon, harga nikon d90, harga dslr, kamera pilihan


Nikon D90 Digital SLR

Kehadiran Nikon D90 Digital SLR yang berharga sekitar 10 juta rupiah (body only) ini sudah lama ditunggu oleh pecinta fotografi, khususnya penggemar berat dslr Nikon. Kamera DSLR ini hadir menggantikan kamera dslr kelas menengah nikon yang sangat populer yaitu Nikon D80. Nikon D90 ini berada diposisi antara dslr entry level Nikon D60 dan kamera dslr berspesifikasi semipro Nikon D300 pada jajaran produk dslr nikon

Fitur dan Spesifikasi Nikon D90 Digital SLR

  • 12.3 megapixel DX-format CMOS imaging sensor: Berpasangan dengan teknolongi EXPEED image processing khas Nikon dan lensa2 NIKKOR, Ketajaman gambar yang memukau adalah sebuah jaminan.
  • Continuous shooting 4.5 fps: Dikombinasikan dengan kecepatan power up0.15ms dan shooting lag sebesar 65ms, anda tidak akan ketinggalan momen2 dramatis.
  • D Movie Mode Cinematic 24fps HD with sound: Rekam gambar bergerak (movie) dengan kualitas istimewa sampai dengan resolusi 720p HD (1280 x 720 pixels) dalam format Motion JPEG.
  • Low noise ISO sensitivity from 200 to 3200: meminimalisir noise walaupun menggunakan seting ISO tinggi sampai dengan 3200
  • 3 inch super density 920,000 dot color LCD monitor: Layar besar beresolusi tinggi, dengan sudut pandang lebar 170 derajat. menjamin kemudahan navigasi, kenyamanan untuk mereview gambar dan memutar gambar bergerak.
  • Built-in image sensor cleaning: Ultrasonic sensor cleaning mencegah penurunan kualitas gambar akibat partikel2 debu yg mengotori sensor optical.
  • 11-point AF system with Face Priority: autofokus 11 titik yang selalu konsisten untuk bekerja cepat dan akurat serta konsisten.
  • One-button Live View: Fitur Live View yang udah digunakan untuk mengaktifkan akses pada 3 macam fokus pengenalan contrast termasukFace Priority AF.
  • Nikon 3D Color Matrix Metering II with Scene Recognition System: 420-pixel RGB 3D Color Matrix Metering II khas nikon, dilengkapi dengan Scene Recognition System,
  • Comprehensive exposure control: Nikon D90 memiliki Lima macam scene modes plus Program Auto, Shutter Priority, Aperture Priority dan Kontrol Manual.
  • Auto Active D-Lighting: dapat dipilih manual dan otomatis,
  • In-Camera Image Editing: Fitur image editing yang terintegrasi pada body kamera, menyajikan Fisheye effect, Straighten and Distortion Control seperti D-Lighting, Red-eye Reduction, Image Overlay, Monochrome dan lain2.
  • GPS geo-tagging: GP-1 GPS unit (optional) menyajikan automatic real-time geo-tagging.

Pada saat Peluncuran, harga Nikon D90 DSLR sekitar 10 jutaan (body only). Kompetitor terkuat mereka, Canon, Juga meluncurkan Andalan mereka di kelas yang sama atau sedikit lebih tinggi yaitu Canon EOS 50D dengan spesifikasi yg nyaris sama, Lalu siapakah yang lebih baik, pada artikel mendatang di blog ini, saya akan mencoba membandingkan kedua kamera DSLR kelas menengah ini.



Nikon D5000 DSLR, Senjata Baru Nikon Melawan Canon

nikon-d5000-dlsr

Nikon D5000 DSLR

Seperti judul posting ini, merupakan senjata baru Nikon untuk melawan dominasi Canon di kelas Entry Level DSLR. Belum lama ini Canon meluncurkan Canon EOS 500D yg langsung merebut perhatian kalangan fotografi karena perbandingan price/performance yg baik. Harga Nikon D5000ini sekitar Rp 9,5jt rupiah untuk pasaran jakarta. Nikon mengincar segmen fotografer pemula yang ingin upgrade atau pengguna kamera saku yang sudah mahir berpengalaman. Fitur hampir sama dengan D90 dengan skala yang lebih kecil. Dengan bodi yang lebih kecil, Sensor 12,3 MP CMOS , live view, 720p movie mode, layar 2,7 inci dll. Dari sekian banyak lini produk DSLR nikon, baru Nikon D5000 DSLR ini lah yang menggunakan layar putar (swivel)

nikon-d5000-swifel-lcd

nikon-d5000-tampak-depan

nikon-d5000-tampak-samping

Fitur Dan Spesifikasi Nikon D5000 DSLR

diambil dari dpreview.com, translate ndiri yak

  • 12.9 megapixel DX-format CMOS sensor (effective pixels: 12.3 million)
  • 2.7″ tilt and swivel LCD monitor (230,000 dots)
  • Movie capture at up to 1280 x 720 (720p) 24 fps with mono sound
  • Live View with contrast-detect AF, face detection and subject tracking
  • Image sensor cleaning (sensor shake)
  • 11 AF points (with 3D tracking)
  • IS0 200-3200 range (100-6400 expanded)
  • 4 frames per second continuous shooting (buffer: 7 RAW, 25 JPEG fine, 100 JPEG Normal)
  • Expeed image processing engine
  • Extensive in-camera retouching including raw development and straightening
  • Connector for optional GPS unit (fits on hot shoe)
  • New battery with increased capacity
  • 72 thumbnail and calendar view in playback

Dari spesifikasi Nikon D5000 DSLR diatas terlihat bahwa Kamera ini ibarat anak tengah yang berada diatas sang adik Nikon D60 dan sang kakak Nikon D90. Ada bebrapa fitur yang menyamai D90 yang notabene lebih mahal antara lain sama-sama memakai sensor CMOS 12 MP, 11 titik AutoFokus dan 12 bit engine, jadi hasil foto keduanya sama saja. Tapi ada juga yg masih sama dengan adiknya, yg lebih murah, antara lain tidak adanya motor autofokus pada body, sehingga jika ingin pake fitur autofokus, user Nikon D5000 DSLRharus memakai lensa dengan built in motor AF.


sumber : www.arielz.net

Nikon D3000, DSLR Untuk Pemula Dari Nikon

Nikon D3000

Nikon D3000

Setelah lama mengandalkan Nikon D40 dan Nikon D60, Akhirnya Nikon merilis kamera baru untuk kelas entry level DSLR atau DSLR untuk pemula. Sekilas, body Nikon D3000 ini mirip kakaknya, Nikon D5000 yang semula dirumorkan sebagai pengganti D40/D60 sebagai DSLR untuk pemula dari nikon. Masih tetap mengandalkan resolusi 10,2 MP namun menggunakan sensor CCD, tidak seperti kakaknya yg menggunakan sensor CMOS, Walaupun kit lensa bawaan tetap sama, yaitu AF-S 18-55mm VR, baik untuk Nikon D5000 maupun Nikon D3000


Nikon D3000 seharga 6 jutaan ini ibarat D60 yang barbaju baru, banyak fitur yang nyaris sama. Memang ada perbaikan atau peningkatan di beberapa sisi semisal : 11 titik autofokus, sebelumnya hanya 3 di D40/D60. Kemudian ada fitur menarik, yaitu 3D AF tracking, sebelumnya tidak ada di D40/D60. Hal lain yg terlihat berbeda pada Nikon D3000 ini adalah LCD 3″, sebelumnya 2,5″.

Harga Nikon D3000 diperkirakan sama dengan d60, yaitu sekitar 6 jutaan.DSLR untuk pemula ini merupakan downgrade bila fiturnya dibandingkan dengan kakaknya, nikon D5000. Ada beberapa hal yg dihilangkan untuk menjadikan D3000 ini berharga lebih murah. Antara lain : sensor CMOS 12 MP (persis sama seperti D90), rentang ISO 200-3200, kinerja burst 4 fps (pada D3000 hanya 3 fps, HD movie – LCD lipat – live view, lima pilihan mode Active D lighting (pada D3000 hanya ADL on/off saja), koreksi CA secara otomatis serta in-camera retouch yang lengkap. Namun ada juga fitur baru yang cocok ditanamkan pada DSLR untuk pemula, yaitu built in tutorial. Kita bisa mempelajari fitur2nya tanpa menggunakan buku manual, tapi langsung pada layar LCD Nikon D3000 ini

sumber : www.arielz.net



Panduan Sederhana Membeli Kamera SLR Tua

Era keemasan kamera film sudah lewat digusur oleh kamera digital namun bukan berarti kamera film hilang begitu saja. Sebagian kecil photographer muda tampaknya ada yang menaruh perhatian pada kamera antik tanpa sensor ini namun sering keinginan ini harus diurungkan karena bingung menentukan kriteria kamera yang harus dibeli. Kadang untuk hal sederhana sekalipun seperti menentukan kondisi barangnya, apakah masih berfungsi bagus atau rusak saja tampaknya tidak mudah. Maklum kamera antik yang bisa dijalankan tanpa battery ini tidak punya monitor dibagian belakang untuk preview hasil jepretan.
Saya sebelumnya juga sempat mengalami hal yang sama. Berdasarkan pengalaman beberapa kali transaksi, saya menjadi sedikit mengetahuinya dan bersama ini dengan segala keterbatasan dan kekurangannya, saya memberanikan diri untuk menuliskannya dengan harapan mudah mudahan bermanfaat. Segala kekurangan dan kesalahan jadi tolong dimaafkan atau dikoreksi. Terima kasih.
Hal pertama, sebelum cek fisik dilakukan adalah mengecek kelayakan harga. Harga yang ditawarkan hendaknya sesuai dengan harga yang berlaku di pasaran, untuk type dan jenis kamera yang sama. Kalau harganya sudah didapatkan dan dianggap sesuai, barulah langkah di bawah ini dilakukan. Barang katagori langka, collection items adalah perkecualian.

  1. Body secara umum
    Meliputi kemulusan barang ( benturan, goresan, lecet, karat ). Lecet dan goresan yang super halus (goresan rambut) kadang sedikit susah dilihat. Dengan sedikit mengubah sudut pandang, memiringkan, mendekatkan dan menjauhkan ke arah lampu kadang bisa membantu. Menggunakan alat bantu seperti kaca pembesar tentu lebih baik lagi.
  2. Tombol
    Pastikan semua tombol berfungsi normal atau bisa diputar dengan mudah. Shutter. Kokang kamera dan jepret. Coba minimal dalam 3 speed yang berbeda tertinggi, terendah, menengah. Coba juga posisi Auto, B dan M90/60 kalau ada. Setiap posisi berbeda normalnya akan menghasilkan suara yang juga berbeda.
  3. Viewfinder
    Intip, check debu, sampah, jamur dan fogg. Debu bisa beberapa titik, banyak titik, mengumpul atau menyebar. Kalau menggumpal besar kemungkinan bukan debu namun sudah digolongkan sebagai sampah. Kalau jamur biasanya seperti benang atau kerak tidak beraturan atau bisa juga menggumpal berakar atau bahkan mungkin berbunga dan berbuah kalau sudah parah ( joke !). Fogg maksudnya berkabut putih, pandangan tidak jelas mirip ketika kita baru bangun pagi. Dengan lensa terpasang, periksa kebersihan (split) screen. Kadang sedikit sulit untuk menentukan apakah debu atau kotoran itu berada di screen atau di lensa, jadi membawa lensa sendiri tampaknya jauh lebih baik.
  4. Metering
    Arahkan kamera ke tempat yang berlainan, perhatikan perubahan angka, jarum, lampu dll, kemudian sambil mata tetap mengintip di vewfinder, putar tombol shutter speed ke sesuka anda, normalnya pengukur cahaya berbentuk jarum atau lampu akan memberikan reaksi ketika tombol shutter anda putar. Kalau bandel tidak bergerak besar kemungkinan rusak. Untuk memastikannya cek baterai kamera.
  5. Kebersihan ruangan dalam depan
    Buka lensa depan, periksa bagian dalam. Periksa cermin pantul (miror) bersih, banyak goresan, juga pinggiran miror rata dan mulus atau compang camping hitam bergerigi. Untuk kamera rangfinder dengan lensa mati yang tidak bisa dibuka, langkah ini dan juga satu langkah dibawah ini di abaikan saja.
  6. Kebersihan ruang dalam belakang
    Buka penutup belakang. Bagian yang sering bergesekan ketika penutup dibuka dan ditutup biasanya adalah tempat yang paling rawan karat dan juga kotor. Bagian itu berbentuk sperti parit kecil yang melintang di atas dan bawah. Saya biasanya memberi nama dengan “garis segi empat”.
  7. Jalan dan alur Film
    Semua bagian yang dilalui oleh film diperiksa dan juga jangan lupa bagian belakangnya yang berfungsi menekan film ketika pintu ditutup. Karat atau kotor akan membuat film tergores dan lecet.
  8. Tirai shutter
    Apakah shutter terbuka dengan sempurna atau tidak ketika kamera dijepret. Jangan lupa kokang kamera dulu sebelum tombol dipencet.
  9. Pasang film
    Kokang dan jepret, untuk meyakinkan langkah no 3 berfungsi dengan baik. Kalau hasilnya bisa dicetak itu lebih baik lagi.

Langkah diatas saya berikan untuk kamera film analog mekanik, sedangkan untuk kamera rangefinder, pocket, kamera berbahan plastik, sedikit berbeda namun tampaknya pointnya sama saja. Lakukan pengecekan terutama viewfinder dengan lensa terpasang.

Beberapa tip tambahan :
Membawa atau menyiapkan lensa sendiri.
Khususnya ketika membeli kamera "body only". Tanpa lensa terpasang, fokus, kebersihan split screen akan menjadi sedikit sulit. Kamera Canon MF dan AF mempunyai mount yang berbeda, sehingga menyiapkan lensa sendiri sedikit susah sedangkan merek lain seperti Nikon atau Pentax tampaknya sedikit lebih mudah karena mountnya yang sama antara kamera AF dan MF (kecuali mount ulir), sehingga lensa digitalpun bisa dipakai sekedar untuk mengecek kebersihan bagian dalam saja.
Siapkan battery kamera baru sebagai cadangan.
Mebuka penutup belakang kamera, kelihatanya bagian ini sepele namun saya kadang kesulitan melakukannya, walaupun untuk kamera sendiri. Maklum, proses buka membuka ini tidaklah rutin dilakukan, apalagi untuk katagori orang tua seperti saya yang ingatannya mulai menurun. Umumnya kamera dibuka dengancara menarik penggulung roll yang terletak di kiri atas ke atas, penutup belakang akan terbuka kesamping seperti mebuka buku tulis. Namun ada juga yang dilakukan dengan penarik tuas pengunci di sisi kiri, atau malah ada yang tombol penjepitnya ada di bawah, kamera terbuka seperti membuka korek api. Saya biasanya cari cara amanya saja dengan minta tolong penjualnya untuk membuka, walaupun cara ini kelihatan bodoh tapi tampaknya jauh lebih aman ketimbang membayar biaya kerusakan karena kesalahan sepele



BAGIAN II
Kamera digital

Walaupun judulnya adalah kamera SLR tua, tampaknya tidak ada salahnya kalau saya lengkapi juga dengan kamera digital. Mudah mudahan tidak menyimpang dari judul.

Secara umum, hampir sama dengan point di atas yaitu body luar, tombol, viewfinder. Karena kamera digital tidak memakai film, memeriksa kamera bagian dalam hampir tidak mungkin dilakukan. Kemudian langkah lanjutannya adalah jepret dan preview hasilnya. Melihat hasil jepretan melalui komputer jauh lebih baik karena tampilan monitor kamera sering menipu.

Shutter count juga ada baiknya di periksa untuk memeriksa berapa banyak kamera telah dijepretkan, karena perlu diketahui, shutter juga mempunyai batas umur pemakaian. Setiap kamera mempunyai umur shutter yang berbeda, tergantung merk dan juga modelnya. Shutter yang telah melewati batas pemakaian (jebol), masih bisa diperbaiki dengan mengganti shutter baru, namun tentu saja hal ini merupakan pengeluaran tambahan yang tidak murah. Cara melihat shutter count, bisa dibaca lewat artikel yang banyak bertebaran di internet. Kamera dengan pemakaian shutter yang tinggi biasanya berharga jual lebih murah dan sebaliknya. Namun untuk barang bekas di luar negeri jumlah shutter yang dipakai sama sekali tidak mempengaruhi harga jual.

Periksa perlengkapan kamera seperti USB kabel, Video cable, battery charger dan buku manual. Untuk kamera SLR beserta lensanya, jangan lupa kelengkapan tutup body dan tutup lensa bagian belakang-nya. Biasanya benda yang terakhir ini sering terlupakan terutama untuk pembelian kamera dengan lensa terpasang. Untuk kamera pocket, bagian ini dilewatkan saja.

sumber : fotografer.net

Makin Besar Kapasitas, Makin Kecil Ukuran

Kartu Memori

Makin Besar Kapasitas, Makin Kecil Ukuran

DALAM dunia digital yang sudah kita jalani beberapa tahun ini, hal yang paling penting untuk terus dipikirkan adalah masalah penyimpanan data. Dan masalah ini selalu menyangkut ukuran, portabilitas,� serta yang paling penting kompatibilitas.

PADA saat komputer pribadi mulai memasyarakat pada awal tahun��� 80-an, media penyimpan data yang besar adalah hardisk. Pada pertengahan tahun 80-an itu, hardisk 5 megabytes, sekali lagi hanya lima megabytes, ukurannya sebesar dua buah batu bata.


�Kini, hardisk komputer pribadi sudah sebesar sepertiga sabun mandi dengan kapasitas sampai lebih dari 100 gigabytes. Sebagai gambaran, satu megabytes data itu kira-kira 400 halaman ketikan kwarto dengan program Word dalam mode penyimpanan rich text format (RTF). Sedangkan satu gigabytes adalah seribu mega. Jadi hardisk seratus gigabytes sebesar sepertiga sabun mandi itu mampu menyimpan tulisan 400 x 100 x 1000 halaman alias 40 juta halaman.

Namun dunia digital tidak hanya komputer pribadi yang bisa berupa desktop, laptop sampai dengan Personal Digital Assistant (PDA). Dunia digital juga sudah memasukkan kamera dan telepon dalam deret ini.

Maka, media penyimpanan data untuk kamera digital dan juga telepon genggam pun berkembang dengan pesat. Orang membutuhkan media penyimpanan yang berkemampuan besar namun berukuran kecil.

PADA pertengahan 90-an, saat kamera digital mulai memasyarakat, kaum profesional masih tergantung pada hardisk PCMCIA untuk media penyimpanan foto. Kamera digital pada saat itu umumnya memang hanya untuk para profesional saja.

Dan semenjak kamera digital memasuki dunia umum, perkembangan pembuatan kartu memori langsung terpacu demikian pesat.��Hal yang langsung mengemuka adalah masalah standar yang akhirnya menyangkut kompatibilitas. Kenyataannya, cukup banyak macam kartu memori yang berkembang dan beredar di pasaran. Di antara kartu-kartu memori itu, ada yang disukai orang sehingga terus berkembang dalam ukuran. Namun ada pula yang dihentikan produksinya karena kurang mendapatkan minat.

Kartu yang sudah dihentikan produksinya adalah Smart Media (SM). Kartu yang dikembangkan perusahaan Fuji ini karena tipis, maka ringkih. Kartu memori yang paling populer sampai saat ini adalah Compact Flash (CF). Kepopuleran kartu jenis ini karena daya tahannya yang luar biasa. Kompas pernah secara tidak sengaja meninggalkan CF di saku celana, dan celana ini lalu masuk mesin cuci. Tidak ada data yang hilang dari CF itu dalam sekali cuci.





Ketahanan CF membuatnya terus berkembang sehingga saat ini ia sudah mencapai ukuran 16 gigabytes. Namun yang tersedia di pasaran baru dalam kapasitas 4 gigabytes. Kepopuleran CF membuat perusahaan Sony yang memproduksi� Memory Stick (MS), akhirnya memberi peluang bagi pengguna kamera Sony untuk juga bisa memakai CF selain MS seperti pada kamera Sony DSC-828.

Kartu lain yang juga cukup populer adalah kartu SD. Sampai tahun 2002, kecenderungan yang muncul adalah, kartu CF umumnya untuk kamera pro sedangkan SD untuk kamera saku.��Namun setelah perusahaan Fuji dan Olympus bekerja sama membuat XD Card yang kecil namun berkapasitas besar, perkembangan kartu memori makin sengit lagi.

Pada tahun 2004 kemarin, tiga macam kartu memori baru muncul ke pasaran dengan ukuran yang sangat menakjubkan. TransFlash (TF) yang hanya seukuran ujung jari, masuk pasaran dengan kapasitas 128 megabytes. Dalam waktu dekat, TF akan memasuki kapasitas 1 GB.

Selain TF, muncul pula Reduced Sized Multi Media Card (RS-MMC) serta kartu SD yang diperkecil dengan nama Mini SD. Sebagai pengguna, tentu saja kita berharap perlombaan ini masih terus berlangsung.(Arbain Rambey)


Ketahanan CF membuatnya terus berkembang sehingga saat ini ia sudah mencapai ukuran 16 gigabytes. Namun yang tersedia di pasaran baru dalam kapasitas 4 gigabytes. Kepopuleran CF membuat perusahaan Sony yang memproduksi� Memory Stick (MS), akhirnya memberi peluang bagi pengguna kamera Sony untuk juga bisa memakai CF selain MS seperti pada kamera Sony DSC-828.

Kartu lain yang juga cukup populer adalah kartu SD. Sampai tahun 2002, kecenderungan yang muncul adalah, kartu CF umumnya untuk kamera pro sedangkan SD untuk kamera saku.��Namun setelah perusahaan Fuji dan Olympus bekerja sama membuat XD Card yang kecil namun berkapasitas besar, perkembangan kartu memori makin sengit lagi.

Pada tahun 2004 kemarin, tiga macam kartu memori baru muncul ke pasaran dengan ukuran yang sangat menakjubkan. TransFlash (TF) yang hanya seukuran ujung jari, masuk pasaran dengan kapasitas 128 megabytes. Dalam waktu dekat, TF akan memasuki kapasitas 1 GB.

Selain TF, muncul pula Reduced Sized Multi Media Card (RS-MMC) serta kartu SD yang diperkecil dengan nama Mini SD. Sebagai pengguna, tentu saja kita berharap perlombaan ini masih terus berlangsung.(Arbain Rambey)



Pengetahuan Dasar Kamera Digital

Apa yang dimaksud dengan Digital?

Sebelum kita membahas apa itu kamera digital, mungkin kita bisa mencoba mengerti dulu apa sih yang dimaksud dengan Digital? Bagi yang belum tahu, dunia kita ini semuanya adalah analog. Bisa dibilang manusia mengenal digital tidak terlalu lama. Dahulu kala semua mesin dan peralatan mesin dijalankan secara analog, bahkan sampai sekarang pun masih banyak mesin yang masih menjalankan system analog. Contoh terutama adalah kamera anda sendiri. Lensa anda memakai teknologi mekanik. Meski demikian kamera yang memakai film sebagian besar pasti mempunyai bagian yang memakai teknologi digital. Jika kamera itu mempunyai panel LCD, sudah pasti itu merupakan teknologi digital. Menurut saya "Digital is the future", mau tidak mau kita tidak bisa menghindar bahwa semua yang ada di sekitar kita akan memakai teknologi digital.

Apa yang dimaksud dengan Kamera Digital?

Saya rasa semua orang pasti pernah melihat kamera. Kalau tidak mana mungkin anda mengunjungi site ini. Tapi mungkin saja sebagian dari anda yang belum pernah memegang kamera digital (tidak bermaksud mengejek). Secara penampilan kamera digital mirip dengan kamera biasa (jenis film), perbedaan terbesar kamera digital tidak memakai film. Lupakan lah pergi ke toko membeli film setiap kali anda mau pergi memotret. Kamera digital tidak memerlukan film sama sekali. Ini semua diganti dengan media penyimpan yang bisa dihapus ulang, layaknya disket komputer. Nah disket komputer khan mempunyai kapasitas sendiri, sama juga dengan memory kamera ini. Sizenya dari 8MB sampai ke 4GB (4000 MB), data ini valid pada saat Dec 2003. Formatnya pun bermacam-macam, sebagai contoh: Compact Flash (Type 1 dan 2), SD card, MMC card, Memory Stick (Khusus kamera Sony), Disket, CDR. Satu hal yang pasti dari adanya media seperti ini, anda bisa menghemat biaya karena media ini bisa dipakai berkali-kali.

Mari kita masuk ke bagian teknikal dari kamera digital ini. Pertanyaan.... bagaimana kamera digital menangkap cahaya yang masuk dari lensa? Cahaya ini tidak ditangkap oleh memory (lihat atas), kerja memory hanya menyimpan gambar yang sudah diproses. Cahaya yang masuk sebenarnya ditangkap oleh CCD sensor atau CMOS sensor. CCD (Charged Coupled Device) dan CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) adalah suatu chip yang terletak tepat di belakang lensa anda.
CCD Sensor (Tidak sesuai ukuran asli). Ukuran asli jauh lebih kecil

Untuk kebanyakan kamera digital di pasaran chip ini kecil sekali, lebih kecil dari ukuran film 35mm. Pada saat ini hanya satu kamera saja yang mempunyai sensor sebesar 35mm yaitu Canon 1Ds. Jadi untuk kamera digital, sensor inilah yang dimaksud dengan film. CCD dan CMOS adalah 2 teknologi yang umum digunakan di dalam kamera. Umumnya kamera yang ada di pasaran menggunakan CCD sensor. Masih ada satu jenis chip yang dinamakan X3 sensor, tapi ini masih belum umum digunakan karena masih mahal harganya dan kualitas photo yang dihasilkan masih tidak terlalu berbeda dengan 2 sensor yang saya utarakan sebelumnya. Setiap kali anda membeli kamera pasti ditanya mau beli yang berapa megapixel, tahukan anda megapixel disini adalah jumlah pixel pada CCD atau CMOS sensor anda. Jadi kalau anda mempunyai 4 MegaPixel camera, berarti CCD sensor anda mempunyai sekitar 4,000,000 pixel. Satu pixel itu sangat kecil, dan satu pixel itu hanya menangkap satu jenis warna. Jika sensor diatas diperbesar sampai pixelnya terlihat maka kira-kira yang akan anda lihat seperti gambar dibawah.

Kebanyakan sensor di pasaran memakai format RGBG, pixel untuk menangkap warna hijau lebih banyak. Pixel-nya sendiri tidak berwarna, diatas pixel ada coating warna.

Berhubung kamera digital mempunyai sensor yang lebih kecil dari film, maka panjang fokal lensa pun tidak berlaku seperti layaknya pada kamera film biasa. Idealnya sih seharusnya ukuran sensor harus setara dengan film, tetapi itu merupakan hal yang tidak memungkinkan. Sebab untuk membuat ukuran sensor sebesar film maka harga kamera anda bisa selangit (Hanya Canon 1Ds mempunyai sensor sebesar 35mm, harganya $$$$). Lagipula dengan ukuran yang mini seperti sekarang saja, kualitas gambar sudah lumayan memuaskan.

Plus and Minus of a Digital Camera

Seperti yang saya utarakan terlebih dahulu bahwa "Digital is the future", maka saya akan memberikan beberapa point plus dari Kamera digital dibanding kamera yang memakai film:
- Kalau dihitung secara jangka panjang, kamera digital lebih murah. Sebab tidak perlu membeli film, dan hasil potret yang gagal bisa dihapus dan tinggal mengambil shot lagi.
- Hasil potret real time, kita dapat melihat hasil apakah bagus apa tidak.
- Karena format sudah digital maka untuk proses editing sangat mudah, hanya perlu dihubungkan ke komputer dan diedit (Scanner sudah tidak diperlukan lagi)
- Memory kamera digital sangatlah besar sehingga anda tidak perlu terlalu cepat membeli memory baru

Tidak ada teknologi yang sempurna, maka dari itu saya perlu memberikan point minus dari kamera digital:
- Kamera digital cenderung memiliki shutter lag yang lebih lama dibanding kamera jenis film.
- Harga kamera yang cenderung mahal dibanding kamera jenis film
- Karena ukuran sensor yang tidak sesuai dengan kamera jenis film, maka untuk mendapatkan wide angle shot pada DSLR diharuskan membeli lensa yang lebih lebar.

Sekian dulu artikel ini, semoga pengetahuan ini dapat berguna bagi para pembaca. Semua pengetahuan yang ada disini saya ambil dari berbagai sumber, salah satu sumber yang menurut saya sangat lah lengkap adalah dpreview.com. Silahkan mengunjungi site ini, untuk pengetahuan kamera digital bisa klik link "Glossary". Untuk buku yang membahas Digital Photography, saya sarankan buku dari Tom Ang berjudul "Digital Photographer's Handbook". Buat anda yang ingin belajar mengenai basic photography saya bisa menyarankan "National Geographic Photography Field Guide: Secrets to Making Great Pictures".

=====