Tampilkan postingan dengan label photography. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label photography. Tampilkan semua postingan

[Tips] Pre Wedding Photography bukan hanya sekedar “foto bersama”

Sebelum pernikahan biasanya calon pengantin melakukan foto pre wedding.

Dan kini para calon pengantin lebih kreatif dan bebas dalam menentukan gaya dan konsep foto pre wedding mereka, begitu pula dengan Anda.

Apakah itu foto pre wedding indoor ataupun foto prewedding outdoor, hendaknya Anda diskusikan dengan fotografer Anda, sehingga nantinya tercipta foto pre wedding yang bagus sesuai dengan style Anda.

Foto prewedding tak lagi harus formal dan konservatif. Salah satu kunci menghasilkan photo pre wedding yang baik adalah kemampuan sang photographer dalam mendapatkan “ekspresi” yg natural dari kepribadian dari Anda, sang calon pengantin.

Karena foto pre wedding bukan hanya sekedar “foto bersama”, maka hendaknya calon pengantin memilih fotografer yang mampu menangkap aura cinta dan kebersamaan yang terpancar alami dari pasangan calon pengantin.

Berikut ini adalah tips yg dapat Anda gunakan untuk memperoleh photo pre wedding yang bagus.

Tempat

Jika Anda melakukan foto pre wedding outdoor, maka tentukanlah lokasi yg Anda sukai. Apakah itu pantai, gunung, gedung2 tua, perkantoran modern, hotel, cafe dll.

Jikalau lokasinya cukup jauh ada baiknya anda meluangkan waktu untuk menginap di lokasi yang dekat dengan lokasi pemotretan prewedding. Pilihan lokasi yg tepat akan membantu anda merasa lebih “santai & nyaman” pada saat pemotretan sehingga akan lebih mudah mendapatkan foto pre wedding yang “bagus”.

Waktu

Sediakanlah waktu yang cukup antara sesi pemotretan pre wedding dengan hari H Anda, paling tidak sekitar 1 bulan sebelum hari pernikahan Anda. Karena melakukan pemotretan prewedding biasanya dilakukan 1 hari penuh dari pagi sampai sore dan hal ini akan cukup menyita energi anda.

Untuk mendapatkan pre wedding photo outdoor yang bagus biasanya fotografer Anda akan menyarankan agar dimulai pagi hari sekali, sekitar pukul 7.00 atau 8.00.

Namun untuk konsep foto pre wedding outdoor tertentu, mungkin Anda disarankan untuk memulai pemotretan setelah subuh, sekitar pukul 4.30 pagi.

Kalau pemotretan prewedding outdoor dilakukan terlalu siang mungkin cuaca sudah terlalu panas sehingga expressi foto prewedding Anda juga akan kurang maximal akan lebih sulit mendapatkan expresi yg natural & fresh.

Jika anda melakukan pemotretan foto prewedding di tempat wisata sebaiknya lakukan pemotretan di hari kerja karena umumnya tempat wisata akan lebih sepi dan Anda juga akan merasa nyaman.

Sebaliknya jika Anda melakukan pemotretan di sekitar gedung perkantoran lakukanlah di akhir pekan.

Style foto

Biasanya setiap orang memiliki selera yang berbeda beda apakah romantic, classic, life style ala foto model, ataukah fun. Beritahukan kepada fotografer Anda style apa yang anda inginkan untuk foto prewedding Anda sehingga akan tercipta foto pre wedding yang sesuai dengan style dan kepribadian Anda.



9 Sumber Kekacauan Foto Pernikahan

Setelah berbulan-bulan merancang dengan saksama dan detail segala persiapan pernikahan seperti, gaun, lokasi, daftar undangan, dan lain lainnya, pusing tujuh keliling pun tak bisa dihindarkan. Tapi, itu bukan alasan Anda boleh melonggarkan pengawasan terhadap urusan lain yang tak kalah penting yaitu kesempatan untuk mengabadikan hari bahagia Anda lewat wedding photography.

Memilih yang terbaik tentu pantas Anda lakukan, mengingat kenangannya akan Anda bawa seumur hidup. Karena tanpa disadari oleh banyak calon mempelai, ada 9 hal yang bisa membuat foto-foto pernikahan mereka yang seharusnya bisa sempurna berubah kacau dan (sebaiknya) layak dilupakan. Anda pasti tak mau menghadapi risiko semacam ini kan?

1. Tak jeli memilih fotografer

Sebelum memutuskan siapa fotografer yang beruntung mengabadikan mempelai cantik seperti Anda, manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk bukan hanya melihat-lihat, tapi juga mengamati portfolio mereka. Jika fotografer tanpa pengalaman dan keahlian yang baik yang Anda pilih karena alasan untuk menghemat dana, bersiap-siaplah menanggung risikonya. Jika vendor foto yang sedang Anda incar tak bersedia memberi keleluasaan untuk memilih fotografer yang Anda yakini kemampuannya, jangan ragu untuk angkat kaki dan mencari lagi.

2. Kurang kesempatan untuk bertukar pikiran

Anda pasti tahu, segala sesuatu yang direncanakan dengan baik tentu akan menghasilkan sesuatu yang jauuuuh lebih baik juga. Untuk itu, usahakan menyediakan waktu untuk bertukar pikiran dengan fotografer yang Anda pilih. Jangan ragu mengungkapkan apa pun yang Anda harapkan dari dia. Satu minggu sebelum Hari H, ingatkan kembali si fotografer tentang rencana yang sudah dibicarakan sebelumnya. Jika Anda punya permintaan yang lebih spesifik, ide-ide lain untuk diwujudkan, atau hal-hal apa yang justru jangan sampai masuk ke dalam foto-foto perkawinan Anda, ungkapkan saja. Ini penting karena ada beberapa tempat ibadah yang memiliki area yang tak boleh difoto.

3. Tak ada photo “wish list”

Pernah punya mimpi berfoto romantis dengan si dia atas bukit, di tengah ladang/persawahan? Atau di tengah hiruk pikuk lalu lintas kota besar? Tunjukkan gambar-gambar yang ada di majalah, foto-foto lama, atau gambar visual lain yang bisa membantu si fotografer untuk menangkap dan menerjemahkan harapan Anda. Jadi jika anda tidak mempunyai photo “wish list” yang anda ungkapkan ke fotografer, maka si fotografer tentu tidak akan tahu harapan anda. Namun, hal tersebut harus pula anda ukur dan sesuaikan dengan paket foto yang anda pilih.

4. Hanya mengabadikan pose atau acara tertentu

Setiap album foto perkawinan pasti memiliki foto-foto dengan pose formal atau acara-acara resmi dari sebuah pesta pernikahan. Tapi Anda tak harus berhenti dan menyamakan foto-foto perkawinan Anda dengan milik mempelai lain. Miliki foto-foto saat Anda dan si dia melakukan aktivitas santai seperti berdansa, ngobrol dengan tamu-tamu undangan, atau sekadar bertukar pandang dengan si dia di pelaminan. Momen-momen santai dan sederhana, tapi tak kalah berartinya. Oleh sebab itu penting artinya anda memilih expose sebelum foto-foto tersebut diolah menjadi sebuah album.

5. Waktu yang kurang tepat

Matahari bersinar cerah, langit biru memukau mata. Anda mungkin berpikir ini saat yang tepat untuk berfoto. Mmm, tolong dipikir lagi. Matahari yang bersinar terik menciptakan bayangan yang keras dan tajam pada wajah. Dan ini, akan menghasilkan foto yang buruk. Bersabarlah hingga matahari sore muncul. Jadi komunikasikan kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemotretan dengan pihak fotografer, sebab pastinya si fotografer lebih tahu dan paham saat-saat yang tepat tersebut.

6. Tampil berkeringat dan berminyak di foto

Siapa pun tahu, berdiri berdampingan cukup lama dengan mengenakan busana pengantin akan meningkatkan temperatur badan. Tapi jangan sampai kulit wajah berminyak plus keringat (terutama di area ketiak) memorakporandakan penampilan istimewa Anda. Sediakan bala bantuan berupa bedak, deodoran, dan handuk kecil sebagai penyelamat penampilan Anda.

7. Banyak rencana, sedikit waktu

Butuh banyak waktu untuk mengabadikan foto anda berdua dan seluruh anggota keluarga, terutama apabila acara pernikahan dilangsungkan di beberapa tempat. Permudah hidup Anda dan berbaik hatilah pada fotografer Anda dengan memberinya cukup waktu. Atur agar foto-foto keluarga didahulukan. Mulai dengan anak-anak kecil dan orang-orang tua. Berikutnya, berfoto dengan para keluarga dan teman. Terakhir (saat para tamu sudah mulai lebih berkonstrasi pada menu prasmanan di meja), sediakan waktu untuk Anda dan suami tercinta berfoto berdua. After all, it is your day!

8. Salah posisi, salah pose

Setelah beberapa foto, mungkin para tamu, Anda dan si dia mulai mati gaya . Pada momen-momen berbahaya seperti inilah penting bahwa fotografer bisa menjaga suasana agar tetap hidup, membuat Anda dan para tamu tetap fokus, fotogenik, dan di atas segalanya, tetap nyaman.

9. Kehilangan momen-momen kecil nan spesial

Ada banyak moment dalam sebuah upacara pernikahan yang bisa diabadikan. Namun seringkali momen-momen sederhana (tapi tak kalah mengharukan) seperti senyum malu-malu si gadis cilik pembawa bunga, air mata bahagia dari sahabat, dan bahkan kerling mesra si dia terlupakan untuk diabadikan oleh fotografer. Oleh sebab itu, hendaknya anda selektif dalam memilih fotografer yang memiliki sensitifitas dalam menangkap momen-momen yang berarti tersebut.

sumber : .rudiphotography.com

Tips Persiapan Pemotretan Pre Wedding Outdoor

Mengetahui tips untuk melakukan pemotretan pre wedding, perlu Anda ketahui apabila Anda mempunyai rencana melakukan pemotretan pre wedding dalam waktu dekat.

Semua memang sudah terencana dengan baik, mungkin telah Anda planning 2 atau 3 bulan yang lalu.

Tapi Anda perlu juga mengingat beberapa hal berikut. Memang tergolong hal-hal kecil, sih… tapi penting juga demi kelancaran pemotretan Anda. Karena tiap konsep pemotretan mempunyai tingkat kesulitan tersendiri.

MENGERTI LOKASI PEMOTRETAN

Cari tahu mengenai jalan menuju lokasi pemotretan. Karena ini berpengaruh pula pada kendaraan yang akan digunakan. Juga fasilitas yang ada di lokasi pemotretan sangat penting untuk diketahui. Apakah ada tempat untuk ganti baju, ada kamar mandi atau tidak, ada restoran / rumah makan atau tidak, bahkan penting untuk anda untuk mengetahui apakah udara di sana dingin atau panas karena ini berpengaruh pada semua peralatan yang akan dibawa.

BAJU GANTI

Bila Anda sudah mempunyai konsep pemotretan, jangan lupa bawa baju ganti yang sesuai dengan tema. Bawa beberapa stel baju supaya punya banyak pilihan. Tentu saja dengan aksesorisnya. Pilih yang sesuai dengan semua baju biar tidak terlalu banyak bawaan.

PERALATAN DARURAT

Anything can be happen !!! Siapkan peralatan penolong sesuai dengan lokasi. Seperti payung, tissue, kacamata, sunblock, topi, lotion anti nyamuk, kursi lipat, peniti, jepit rambut, sisir dan sandal. Jika di lokasi tidak ada kamar ganti, selain bisa ganti di mobil, sarung juga bisa berfungsi menjadi kamar ganti.

ALAT MAKE UP

Walau sudah dirias, anda perlu bawa make up untuk touch up. Bawa saja make up dasar seperti bedak, lipstik dan blush on.

SNACK

Perut lapar memang tidak bisa diajak kompromi. Walau di lokasi ada rumah makan, perlu juga mempersiapkan makanan dan minuman selama di perjalanan.

UANG TIPS

Memang banyak lokasi pemotretan yang gratis. Namun, lebih baik menyiapkan uang kecil untuk tips penjaga lokasi, tukang parkir, atau untuk keperluan yang mendadak lainnya. Mana ada sih, di dunia ini yang gratis..tis… sekarang ini ?

RELAX PLEASE...

Jadi model sehari terkadang banyak membuat beberapa orang menjadi tegang, terutama bagai anda yang tidak biasa tampil. Tentu hasil foto akan terlihat tidak maksimal. Ketika dipotret, ekspresi anda akan terlihat tidak alami. Karena itu anda harus relaks. Jangan sungkan dan malu mengikuti arahan fotografer. Hasil foto ini tentu untuk seumur hidup anda, jadi tidak ada salahnya kan untuk berusaha berekspresi lebih alami ?

JAGA MOOD

Anda tidak ingin kan pada hasil foto terlihat “tidak saling mencintai” dikarenakan mood Anda terganggu ketika pemotretan berlangsung ??? Untuk itu jagalah mood Anda dan pasangan sebelum dan sampai pemotretan selesai. Kalau Anda merasa lebih nyaman jika ada orang terdekat, Anda boleh membawa adik atau saudara pada saat pemotretan. Atau Anda bisa menggunakan musik untuk menjaga mood tetap OK.

SIAP BERPETUALANG ???

Pada saat pemotretan, ide-ide unik bisa aja dengan spontan muncul, yang tidak pernah Anda lakukan, bahkan tidak Anda bayangkan sebelumnya. Berayun-ayun di atas rakit atau sampan di tengah sungai. Berdiri di tepi karang dengan ombak yang datang silih berganti. Atau bahkan berfoto di tengah jembatan gantung. Anda harus siap untuk berpetualang. Namun jangan terlalu bersemangat... bersikap hati-hati, tentu saja tetap diperlukan.


Selamat menjadi fotomodel sehari. Semoga pemotretan pre wedding Anda bisa menjadi kenangan indah bagi Anda dan belahan hati Anda. Tidak hanya berupa foto yang bagus, namun juga berkesan di hati Anda berdua.

sumber : rudiphotography.com

Infrared Photography pada Kamera Digital

Normalnya sewaktu kita buat foto, kita mengharapkan hasil yang tajam dengan warna-warna yang sesuai dengan aslinya atau natural. Bagaimana bila kita ingin mencoba melewati batas-batas normal? Ingin hasil foto dengan warna-warna yang lain dari yang lain? Cobalah Infrared Photography...

Itulah kalimat yang sempat saya baca pada suatu artikel. Sangat menarik. Setelah mencoba baca-baca dan menelusuri beberapa link di internet, saya mencoba berkreasi membuat foto-foto infrared dengan menggunakan kamera digital, yang menurut saya cukup mudah.


Filter Infrared

Berbeda dengan kamera film yang menggunakan film IR, untuk membuat foto-foto infrared pada kamera digital dibutuhkan filter Hoya Infrared R72.

Dari salah satu artikel di internet yang saya baca, filter ini cocok digunakan pada kamera digital untuk menghasilkan foto-foto infrared. Sebenarnya masih ada beberapa jenis filter infrared lainnya yang juga dapat dipakai, namun hanya filter Hoya R72 ini yang dapat saya temukan di toko kamera di Jakarta.


Test Kamera Digital Anda

Sebelum anda beli filter infrared, sebaiknya anda test dulu kamera digital anda. Menurut artikel tersebut, ada beberapa kamera digital yang tidak dapat meng-capture/tidak sensitive terhadap cahaya IR. Testnya juga sangat mudah yaitu dgn menggunakan remote control untuk TV, AC, atau peralatan Audio Video lainnya.

Seperti yang sudah kita ketahui, remote control menggunakan cahaya infrared untuk menyampaikan perintah ke suatu device. Hadapkan aja remote control ke depan lensa kamera digital anda, lalu tekan salah satu tombolnya. Pada kamera digital consumer atau prosumer, kita bisa lihat langsung pada layar LCD. Kalau menggunakan DSLR, kita mesti capture/shot terlebih dahulu, baru lihat hasilnya pada layar LCD.

Jika pada hasilnya terlihat cahaya terang yg berasal dari remote control, itu berarti kamera anda dapat menggunakan filter infrared tersebut untuk dapat menghasilkan foto-foto infrared. Tetapi kalau terlihat hanya cahaya yang lemah atau tidak terlihat cahaya sama sekali, kamera digital anda tidak lulus test ini, dan tidak dapat digunakan untuk membuat foto-foto infrared.

Hasil test yang dilakukan pada kamera digital saya (Canon G3) dapat dilihat dibawah ini.



Tehnis Foto

Saya akan coba sharing seting kamera digital saya dalam menghasilkan foto2 infrared menggunakan filter Hoya R72 berikut ini:

1. Selalu gunakan tripod. Filter infrared akan sangat mengurangi cahaya dan pemotretan biasanya selalu menggunakan kecepatan lambat;
2. Biasanya saya mengatur komposisi terlebih dahulu sebelum memasang filter infrared pada lensa. Filter infrared yang berwarna merah pekat ini akan sangat menyulitkan melakukan komposisi jika sudah terpasang;
3. Kamera digital juga akan kesulitan dalam melakukan auto focus. Saya selalu menggunakan manual focus dengan mengatur focus ke infinity;
4. Setelah melakukan beberapa uji coba, seting eksposur yang pas (IMHO) pada kamera digital saya adalah dengan menggunakan shutter speed priority pada kecepatan 4 detik. Seting eksposur ini sangat tergantung pada sensitivitas kamera pada cahaya infrared. Silahkan lakukan uji coba sendiri untuk mendapatkan seting eksposur yang tepat pada kamera digital anda;
5. Menggunakan seting ISO yang terendah (ISO 50 pada Canon G3). Hal ini untuk mengurangi noise yang muncul karena pemotretan pada kecepatan lambat;
6. Pemotretan infrared ini selalu saya lakukan dalam mode warna. Hal ini akan memberikan kebebasan pada saya untuk merubah warna hasil foto lebih lanjut ataupun merubahnya ke BW dengan menggunakan PS;
7. Saya selalu menggunakan jenis file RAW (uncompressed data). File jenis ini akan menghasilkan kualitas foto yang terbaik.
8. Ingat, setiap jenis kamera digital punya sensitivitas pada cahaya infrared yang berbeda-beda. Jadi seting di atas juga kemungkinan berbeda pada setiap jenis kamera digital.


Hasil Foto

Hasil foto infrared dengan seting di atas akan nampak seperti dibawah ini:


Foto di atas dihasilkan menggunakan Canon G3, dengan menggunakan kamera digital jenis lain mungkin akan terlihat berbeda. Terlihat hasil foto agak kemerah-merahan cenderung ke ungu, daun, rumput dan tumbuh-tumbuhan berwarna terang, dan langit menjadi gelap dgn awan yang agak terang. Pertama kali melihat hasilnya di kamera digital, saya sampai takjub sendiri. Seperti melihat dunia lain.


Digital Darkroom

Keuntungan lain menggunakan kamera digital adalah kita dapat melakukan koreksi warna di computer dengan menggunakan program Photoshop (PS). Misalnya dengan mengubahnya menjadi BW. Salah seorang rekan di FN ada yang menyarankan untuk mengambil channel red saja, sehingga akan menghasilkan BW yang bagus.

Setelah mencoba berbagai koreksi warna dengan PS, saya menemukan satu trik mudah untuk merubah hasil foto infrared menjadi warna-warna yang dramatis. Saya suka sekali dengan warna yang dihasilkan, yang menurut saya (IMHO lagi) jadi hampir mirip dengan foto-foto infrared yang dihasilkan oleh film IR. Yaitu dengan mengaplikasikan Auto Level dan USM pada setiap channel (Red, Green, Blue). Maka warna akan otomatis berubah menjadi warna-warna surealis. Dan hasilnya jadi tambah dramatis.

Setelah diaplikasikan AutoLevel dan USM pada setiap channel, foto infrared di atas akan menjadi seperti dibawah ini:


Silahkan mencoba sendiri koreksi warna ini. Tidak ada warna yang pasti dalam infrared photography. Semua tergantung pada hasil foto dan diri anda. Kreatifitas adalah kuncinya.


Perkembangan Dunia Fotografi dengan Ponsel Multimedia

Saat ini, telah kita ketahui bahwa Ponsel saat ini sudah mampu memberikan fasilitas Digital Camera dengan fungsi MMS sebagai provider. HP ini Cocok untuk tugas-tugas lapangan yg perlu komunikasi dalam bentuk kombinasi gambar, suara & teks dengan cepat & murah meriah, semisal lokasi & situasi pemotretan untuk di acc klien, contoh-contoh produk, keperluan messenger, belum terhitung keperluan keluarga, pribadi and gaul, dari skala lokal sampe global.

Bukan kirim antar HP aja, tapi juga bisa ke alamat e-mail teman and relasi, misalnya. Juga bisa browsing ke sistem jaringan biar cuma untuk berita yang tampilannya sederhana. Saya pikir tidak lama lagi bisa kirim ke Jangkauan Dunia. Ke depan, sarana ini dipastiken bisa jadi terobosan ke satu pola komunikasi baru yang sangat proaktif, bikin dunia makin menurun aja.

HP MMS yg paling murah (1 juta) saat ini bisa jatuh sewaktu-waktu, karena harga HP baru tiap minggu (hari) ngedrop. Maklum tiap bulan keluar model baru. Di samping itu kalo udah jadi barang seken harganya jatuh.
Contoh: HP saya yang setaon lewat harganya 2 juta, eh kemarin cuma ditawar 800 ribu. Ampun!
Kurang yakin? Gak Percaya? Coba deh jalan-jalan Roxy Mas pusat HP terbesar & terlengkap di Jakarta itu.

Lebih parah dari harga jual kamera digital sekon.
Akan tetapi, CCD makin lama makin canggih 1 mega ,2mega ,3 mega tiap 6 bulan sekali, keluar produk baru. Untuk HP dengan kamera saya rasa kurang memadai untuk sarana pemotretan, karena resolusinya yang terlalu kecil. Kalau boleh saya pilih lebih baik satu kamera digital poket (Nikon Coolpix, atau yang lainnya). Masalah utamanya adalah jaringanm, mungkin sekitar 2 tahun lagi baru konsep ini berjalan dengan baik.

HP berkamera bakal pemotretan (beneran?) nggak terlalu ke situ konsepnya. Lebih kepada pelengkap kebutuhan untuk kep informasi maupun komunikasi & utk hemat waktu dan ongkos, meski dari segi visual & resolusinya kurang.

Sekarang ini PDA yang ada HP nya... eh HP yang PDA... atau apalah, apa yang bagus, ya? Sony Er. T800 saja masih belum sempurna (koreksi kalau keliru). Kamari orang survey ka Roxy, harga HP 'anjlok' hanya 10%.

Jaringan & infra struktur di Indonesia Sepertinya menjadi pikiran utama. Selain itu antar provider maupun jaringan juga masih belum biasa. Dengan provider yang sama pun belum jamin bisa kalo HP nya beda merek, bahkan antar sesama merek beda tipe juga ada yang masih belum kompatible.

Lucu dan seru, para abg yang sekarang banyak pake HP ber kamera di Jakarta, umumnya beli lebih karena ngikutin trend, bergaya & bisa foto temen-teman untuk cuman dimasukin ke memori kameranya.

Yg menarik juga, beberapa produsen komputer udah mulai bikin printer yg dilengkapi slot bakal macam-macam kartu memori dg harga ekonomis & hasil bagus. Bisa langsung print sonder perlu PC. Apa ada hubungannya dg HP berkamera? Ke mana-mana bawa printer? Kurang jelas penjelasannya.

Yg penting, dlm dunia digital, (kalo bisa) paradigma kita selangkah di depan dalem hal konsep & kontens. Sementara perkembangannya diikuti terus, biar enggak terlampaui yang lebih maju. Biar lebih digital lagi, kata orang.

kalau kapan bisa membooming kamera berponsel, kayaknya kalo sekarang sih udah mulai. Dan yang akan susah merakyatnya kayaknya ya MMS nya, WAP dan fasilitas net via HP nya.

HP Multimedia selain memiliki keuntungan, juga ada kerugiannya:
1. Maksimal 4 Megapixel
Seperti yang kita tahu, Handphone hanya sebuah media komunikasi, sehingga jika ditambahkan fitur lain, maka kemampuannya bertambah, sekaligus menurunkan kemampuannya.
2. File Limited
Handphone berbeda dengan Digital Camera. Digital camera memiliki memory Chip maupun CompactFlash sebagai media saver. Akan tetapi, Handphone hanya memiliki SoftDisk yang maksimal 1GB.
3. No Blitz Modification
Blitz pengaruhnya cukup besar dalam bidang fotografi. Akan tetapi, hanya beberapa HandPhone saja yang memiliki kemampuan Blitz, itupun tidak maksimal.
4. Expert Battery
Kita tahu Baterai Handphone terbesar hanya 6V, sedangkan Kamera saat ini ada yang tanpa baterai, dan Baterai itupun maksimal hanya bisa bertahan 24 jam non stop.
5. Plasma Effect
Seperti Digital Camera, HP Multimedia juga memiliki Plasma Effect yang menggunakan Radioaktif yang dapat merusak Tulang dan mata bagian kornea.

Dengan Artikel tersebut, maka dapat kita ketahui bahwa saat ini Fotografi bukanlah lagi sebuah Hobby biasa, tetapi Hobby yang sudah dapat dilakukan oleh banyak orang.